Selasa, 05 April 2016

Mengapa?

"Keinginan hatiku, bisikan jiwa ku, tuntutan batinku, dan kebutuhan ragaku, bersatu dalam diri ini, hingga kini ku masih terus menggali siapa aku dan mengapa aku ada di bumi ini"

Menjelang , ah tidak!  39 hari lagi genaplah seperempat abad usiaku di dunia ini. Entah apa saja yang sudah ku lewati,  kini mulai terkilas kembali kedalam memori ini. 

07 September 1991 yang silam,  aku lahir.  Lahir dengan cara yang sangat lucu.  Ibu tercinta harus berjuang begitu lama agar kubisa terlahir di dunia,  namun ketika berkas ijazah ayahku diletakkan di perut beliau,  maka lahirlah aku dengan tangisan memecah sang langit dan menggetarkan sang bumi di tengah hiruk pikuk dunia.

Anak perempuan dengan bobot hampir 4kg,  dengan pipi layaknya bakpau,  dengan kepala tanpa rambut.

Ya,,,  jika kurenungkan,  bukankah di saat seperti ini,  dulu,  aku sedang didalam perut ibunda dan merasa sangat damai tanpa kurang satu apapun? 

Lalu mengapa Dia Yang Kuasa mengizinkan aku hadir di dunia ini? aku masih bertanya apa Tujuanku Lahir didunia yang menyakitkan ini.

Sabtu, 02 April 2016

Melompat bersama Viany

Melompat Bersama Viany
(Sabtu, 2 April 2016)
------------------------

Dia gadis kecil yg mungil. Sering memanggilku dan tersenyum padaku. tak jarang sesekali aku suka menggodanya dan ia akan tersenyum padaku.

Terkadang saat ia pulang les dari rumah gurunya, ia sering menunggu ayahnya di rumahku. Duduk di teras rumah dan kadang ikut masuk ke rumah sambil melihat temannya yg sedang belajar di rumah.
Aku jatuh hati padanya yang lucu, manis dan unik. Seperti malaikat unik.

Saat pelajaran olahraga kemarin, ia menatap nanar segitiga loncatan. sambil menggeleng pasrah ia menatap ku.
Dan berguman kecil,

"saya tak bisa"

meski lafal pengucapannya sangat sulit ku dengar tapi aku mengerti apa yg dia sampaikan.

lalu ku sambut kedua tangannya dan berkata,

"ini bukan apa-apa bagimu. kamu bisa. ayo ibu bantu."

Dengan berdiri di belakangnya, ku pegang kedua tangan mungilnya, sambil menghitung,

one,,, twoo... jump!!!!

ia meloncat dengan sangat mudah. ia menumpukan kepercayaan dalam genggaman tangannya yg erat pada tangan ku. loncatan demi loncatan berhasil ia loncati .

saat membantunya meloncat, secercah ku merasa ada sedikit luka dalam hatiku yang berhasil aku sembuhkan.

ia mengajariku untuk percaya, percaya kepada orang yang menawarkan bantuan, genggam tangannya, meloncatlah dengan tinggi, dan berhasillah.

saat loncatan terakhir, ia terlihat tersenyum puas.

aku mengerti ketakutannya di awal. tinggi segitiga loncatan itu hampir sama tingginya dengan tubuh mungil nya.

tapi saat aku menawarkan kedua tangan ku, ia tanpa ragu meloncat dan terus meloncat.

bukan kah itu indah?

Demikian juga Allah.
Mengulurkan tangan kasih NYA utk membantu kita

Semua pilihan ada pada kita

Untuk memilih meloncat tinggi bersama Allah atau  menjauhi Allah dan terus merasa takut.

selamat hari minggu kerahiman
Allah beserta kita semua.

*Ketika kisah menjadi kasih*