PART 1
DESEMBER 2015=>>
Tidak terasa waktu berlalu. Dua tahun yg lalu, aku mengakhiri tahun dengan begitu banyak masalah 'hati' .
Desember dua tahun yg lalu, seolah Tuhan mengizinkan begitu banyak perkara terjadi. Nangis dan marah serta emosi yang tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. Namun, dibalik rasa sedih yang berlebihan entah mengapa saat itu aku justru memilih menghadapinya dengan bernyanyi.
Sendirian, menghadapi hal yang sangat tidak menyenangkan. Namun aku selalu tertawa dihadapan banyak orang entah mengapa (mungkin itu sifat yg perlahan mulai menghampiriku karena dahulu sejak kecil saya tidak demikian hahaa).
Hingga akhirnya Desember dua tahun lalu berhasil kuselesaikan. Dan aku tidak tahu ternyata Tuhan punya kejutan bagiku di Januari nya.
Aku tidak pernah menyadarinya kejutan apa. Karena aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Waktu berlalu sambil ditemani oleh mimpi-mimpi pada malam hari yang tidak bisa kumengerti. Mimpi-mimpi dimalam hari yang membuatku ingin terus tertidur. Durasi mimpi yang membuatku merasa dunia mimpi ternyata sangat baik.
Kebiasaan mimpi , sebelumnya aku selalu bermimpi bertemu dengan banyak sekali orang-orang yang sudah mati dengan suasana buram. Hal ini sempat membuatku tertekan dan tidak bisa tidur dimalam hari karena selalu saat bangun aku akan ketakutan.
Pernah sekali waktu juga aku duduk semeja makan bersama beberapa orang yang sangat kaku dan dingin. Mereka membuat begitu banyak makanan yang tampak lezat namun tak sedikitpun ku sentuh.
Setiap aku terbangun, keringat dingin dan perasaan hampa akan merayapiku sepanjang malam hingga siang harinya aku akan merasa sangat mengantuk . Bahkan disaat bekerja aku harus menahan kantuk yang luar biasa. Dimalam hari aku harus menahan gejolak ketakutan akibat mimpi yang tidak ku mengerti sama sekali.
Apapun yang terjadi, terjadilah. Hingga akhirnya ku berserah. Terjadilah. Perlahan mimpi tentang makan bersama orang-orang yang sudah meninggal itu perlahan sirna. Aku justru mulai tertidur sangat lelap hingga terkadang aku harus terbangun kesiangan.
Keinginan untuk tidur dalam waktu yang cukup lama membuatku terlihat seperti pemalas. Bahkan disiang hari pun aku merasa sangat mengantuk. Belum lagi ditambah dengan masalah hubungan hati yg berantakan. Setiap memikirkan hubungan yg berantakan aku selalu merasa sangat mengantuk. Setiap ingin marah atau emosi maka yang kurasa adalah ingin tidur.
Hingga hubungan itu benar-benar sirna , tahun itu pun berakhir. Kuakhiri dengan kesendirian namun ada perasaan lega. Lega karena merasa tidak harus terikat lagi pada hubungan yang secara sadar (baru sadar) sudah mustahil untuk diteruskan.
Namun aku masih diserang rasa kantuk yg luar biasa. Mengantuk dan ingin tidur. Lebih baik demikian. Hari-hari kuisi dengan tidur. Bersyukur karena saat itu adalah saat ku libur. Sedang tidak bekerja. Bersyukur karena pekerjaanku selalu ada libur diakhir semester. Libur total tanpa pekerjaan apapun. Jadi aku bisa memuaskan hasratku untuk tidur dengan tenang.
Desember dua tahun yang lalu sungguh ku isi dengan lebih banyak tidur. Tidur dengan nyaman dan tenang karena mimpi buruk sudah berakhir.
Namun, sebuah mimpi baru mulai hadir.
-Bersambung.....-