Jumat, 22 Desember 2017

My Xaverius

            Congrats hasian sudah ditempatkan di lokasi baru. Tempat baru, suasana baru, semoga penuh semangat baru dalam bekerja dan berkarya.

           Jadilah seseorang yang bekerja bukan hanya untuk rejeki namun karena sebuah kesadaran bahwa bekerja adalah bukti kalau kita manusia yang hidup dan berkembang serta berbudaya.

          Sadar betul, jarak yang "indah" ini adalah sebuah proses untuk menguji sebuah "kesetiaan".

        Jika engkau dan aku tahan uji, maka kita akan berkata Yes.

        Selamat berjuang di kota yang baru, yang jauh dari hiruk pikuk, yang jauh dari segala akses komunikasi, yang bahkan signal pun sulit. Hahaaa....

           Hadiah natal tahun ini bagimu ya perjuanganmu menaklukkan tantangan sudah selesai dilanjutkan perjuangan menaklukkan setiap pekerjaan yang diembankan bagimu.

          Jadi ingat natal tahun lalu, masih penuh pergumulan . Salut untuk mu.

           Diam namun terus bertindak. Tetap rendah hati dan penuh sukacita ya...

I love you from the moon and back, Sayang....

Minggu, 17 Desember 2017

FLASHBACK I

PART 1

DESEMBER 2015=>>

            Tidak terasa  waktu berlalu. Dua tahun yg lalu, aku mengakhiri tahun dengan begitu banyak masalah 'hati' .

           Desember dua tahun yg lalu, seolah Tuhan mengizinkan begitu banyak perkara terjadi. Nangis dan marah serta emosi yang tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. Namun, dibalik rasa sedih yang berlebihan entah mengapa saat itu aku justru memilih menghadapinya dengan bernyanyi.

          Sendirian, menghadapi hal yang sangat tidak menyenangkan. Namun aku selalu tertawa dihadapan banyak orang entah mengapa (mungkin itu sifat yg perlahan mulai menghampiriku karena dahulu sejak kecil saya tidak demikian hahaa).

          Hingga akhirnya Desember dua tahun lalu berhasil kuselesaikan. Dan aku tidak tahu ternyata Tuhan punya kejutan bagiku di Januari nya.

           Aku tidak pernah menyadarinya kejutan apa. Karena aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Waktu berlalu sambil ditemani oleh mimpi-mimpi pada malam hari yang tidak bisa kumengerti. Mimpi-mimpi dimalam hari yang membuatku ingin terus tertidur. Durasi mimpi yang membuatku merasa dunia mimpi ternyata sangat baik.

           Kebiasaan mimpi , sebelumnya aku selalu bermimpi bertemu dengan banyak sekali orang-orang yang sudah mati dengan suasana buram. Hal ini sempat membuatku tertekan dan tidak bisa tidur dimalam hari karena selalu saat bangun aku akan ketakutan.

            Pernah sekali waktu juga aku duduk semeja makan bersama beberapa orang yang sangat kaku dan dingin. Mereka membuat begitu banyak makanan yang tampak lezat namun tak sedikitpun ku sentuh.

              Setiap aku terbangun, keringat dingin dan perasaan hampa akan merayapiku sepanjang malam hingga siang harinya aku akan merasa sangat mengantuk . Bahkan disaat bekerja aku harus menahan kantuk yang luar biasa. Dimalam hari aku harus menahan gejolak ketakutan akibat mimpi yang tidak ku mengerti sama sekali.

          Apapun yang terjadi, terjadilah. Hingga akhirnya ku berserah. Terjadilah. Perlahan mimpi tentang makan bersama orang-orang yang sudah meninggal itu perlahan sirna. Aku justru mulai tertidur sangat lelap hingga terkadang aku harus terbangun kesiangan.

           Keinginan untuk tidur dalam waktu yang cukup lama membuatku terlihat seperti pemalas. Bahkan disiang hari pun aku merasa sangat mengantuk. Belum lagi ditambah dengan masalah hubungan hati yg berantakan. Setiap memikirkan hubungan yg berantakan aku selalu merasa sangat mengantuk. Setiap ingin marah atau emosi maka yang kurasa adalah ingin tidur.

         Hingga hubungan itu benar-benar sirna , tahun itu pun berakhir. Kuakhiri dengan kesendirian namun ada perasaan lega. Lega karena merasa tidak harus terikat lagi pada hubungan yang secara sadar (baru sadar) sudah mustahil untuk diteruskan.

       Namun aku masih diserang rasa kantuk yg luar biasa. Mengantuk dan ingin tidur. Lebih baik demikian. Hari-hari kuisi dengan tidur. Bersyukur karena saat itu adalah saat ku libur. Sedang tidak bekerja. Bersyukur karena pekerjaanku selalu ada libur diakhir semester. Libur total tanpa pekerjaan apapun.  Jadi aku bisa memuaskan hasratku untuk tidur dengan tenang.

      Desember dua tahun yang lalu sungguh ku isi dengan lebih banyak tidur. Tidur dengan nyaman dan tenang karena mimpi buruk sudah berakhir.

Namun, sebuah mimpi baru mulai hadir.

-Bersambung.....-

Kamis, 14 Desember 2017

MARAH

Sekarang nampak ya, rasa sayang itu ternyata bukan untuk ku. . .

Bisakah saya cemburu dan marah? Saya juga ingin diperlakukan seperti itu. Saya juga ingin marah dan di maafkan seperti itu.

Saya juga ingin berteriak seperti itu lalu di pahami.

Ah saya lupa. Saya sudah 26 tahun. Bukan saatnya untuk marah dan berteriak. Bukan saatnya untuk dimaafkan dan dipahami.

Sekarang saatnya saya yg memahami sambil meredam semua.

Tapi sungguh, mau mati rasanya menahan semua rasa ini.

Jumat, 24 November 2017

CHER

Cher,,, kayaknya panggilan ini lebih akrab ditelingaku dibandingkan Ibu/bu ditempatku mengajar sekarang.

Bahkan saat anak-anak ingin memanggil ibu/bu, mereka seolah menelan kembali ucapannya dan memanggil teacher atau mereka singkat Cher.

Pernah sekali waktu, ku berkata, "Coba dengarkan ibu sebentar.."

Sontak mereka menjawab, " Gak ikhlas, Cher kan masih muda. Belum menikah, gak ikhlas teacher cepat tua. Jadi panggil teacher aja ya."

Ingin ku jitak rasanya. Tapi selama ini mereka selalu sopan. Mereka nyaman dengan panggilan itu. Mereka happy saat bermain. Mereka cemberut saat harus mendapat tugas cukup banyak. Mereka akan berdebat saat mereka merasa tidak cocok atau tidak setuju.

Apalah arti sebuah panggilan bagiku, jika selama mereka sopan, maka panggillah Cher dengan gembira dan selalu bersukacita.

Dua hari yang lalu, seorang anak perempyan, dengan suaranya yang unik tiba-tiba berkata dengan sungguh-sungguh kalau kelak ia akan menjadi seseorang yang berhasil ia akan melakukan beberapa hal dan bla bla bla bla (sensor). Ia berjanji dengan mata yang berbinar dan wajah yg penuh haru. Kulihat air matanya hampir merebak. Ia nampak bersungguh2.

Lalu seorang teman nya menyelutuk, bagaimana jika saat kau ingin mewujudkan janjimu tapi Cher sudah tiada lagi ?

Lalu temannya yg lainnya membantunya menjawab, dia bisa memberi teacher bunga dan doa.

Sore itu, yang memang sedang mendung karena hujan turun, namun terasa hangat.

Hangat karena anak-anak memiliki sebuah harapan ingin menjadi orang yang baik kelak.

Mereka berani berjanji utk sesuatu hal yang baik. Ingin menjadi baik dan terbaik dengan cara mereka sendiri. Dengan kemampuan mereka sendiri.

Jika dengan panggilan Cher ini bisa membuat mereka bercerita banyak hal tentang keinginan dan impian serta keluh kesah mereka, panggilah Cher selalu.

Kuingat, dulu saat kami masih kuliah, dan harus melakukan PPL kesekolah, seorang teman ku berkata, "Het, kamu gak buat ciri khas pada nama mu? Supaya unik saat kita dipanggil murid."

Lalu kujawab, "aku tak tahu harus membuat keunikan seperti apa. Kamu sih memang udah unik."

Ya temanku itu, memberi nama Will pada tengah namanya. Ia mengizinkan anak sekolah tempat kami melaksanakan PPL memanggilnya dengan panggilan Pak Will .

Terdengar unik memang. Lalu aku??? Sampai masa PPL ku , aku tak menemukan panggilan unik khusus diriku.

Ternyata, memang bukan saat itu harus kutemukan panggilan unik bagiku.

Sekarang, setelah memasuki tahun ketiga aku mengajar, aku menyadari, bahwa "Cher" adalah panggilan unik bagiku.

Rabu, 19 Juli 2017

BERSYUKUR

Suatu hari, seorang adik mengirim pesan pada kakaknya, katanya :

Adik : kak, mengapa kok kita nggak kaya-kaya juga ya? padahal sudah kerja keras, berdoa rajin, baik sama orang, ramah, gak jadi orang jahat, semua aturan kita ikuti.

Kakak : lho, memangnya ukuran kekayaan menurut kamu bagaimana?

Adik : ya setidaknya bahagia gitu. seperti mama, masih tidak bahagia , tidak kaya, masih kerja keras, masih terlihat hidup susah.

Kakak : kamu merasa kita tidak kaya dan tidak bahagia?

Adik : ya,,, begitulah.

Kakak : artinya kamu tidak menyadarinya.
dengar, saat kita punya dua labu, mama akan beri satu kepada orang lain. saat mama punya setengah kue, mama akan memberikan sedikit kepada temannya. saat malam hari tiba, kita boleh tidur nyenyak tanpa takut maling atau ancaman apapun. saat makan, kita bisa makan sambil bercerita bersama keluarga.

ada org tinggal dibawah jembatan. tapi kita tinggal di rumah meski tidak besar dan bagus. ada orang tidak dapat makan namun kita bisa makan 3x sehari. ada orang tidak punya baju tapi kita bisa berganti baju dan sepatu. ada orang kaya yang saat makan suasana rumahnya seperti di kuburan, namun kita selalu penuh tawa. ada orang rumahnya megah tapi orang-orangnya tidak pernah pulang kerumah krn saling membenci.

Hidup harus kita syukuri. Tuhan memelihara kita dengan baik adanya. mengapa kita selalu berkeluh kesah? berkeluh kesahlah kepada Tuhan, bekerja keraslah setiap hari dengan tulus, dan bangunlah bersahabatan baik dengan sesama dengan rasa syukur.

intinya, dengan bersyukur kita akan lebih berbahagia dalam menjalani kehidupan . :)

Jumat, 07 Juli 2017

Saya seorang Katolik

Saya seorang Katolik.

Saya dibabtis tanggal 26 mei 2002, di Gereja Katolik Kristus Raja Sambas, dalam keadaan sadar dan sudah mengerti akan iman yang saya pilih.

Saya belajar dulu setahun lebih , pokoknya lama banget belajarnya. Jadi ingat pas ujan - ujan sama seorang sahabat, kami naik sepeda, trus pergi ke gereja, tetap belajar, pulangnya sambil nyanyi. alasanku saat itu, suara kedinginan sehabis ujan ujanan bisa buat suara bergetar wkwkwk. (teori anak es de )
dan saya menerima sakramen penguatan /Krisma tanggal 28 Oktober 2004, kelas dua SMP, ratusan orang saat itu. gereja sampe penuh sama orang yang mau krisma. sempat berfikir begini,

"aduh kasihan Bapa uskup segini banyak bakalan capek." hehehe maklum pikiran anak remaja yang rada slenge'an.

Menjadi Katolik, bukan hanya sekedar saya baptis, komuni pertama, dan krisma di gereja saja. bagiku, menjadi katolik bebannya luar biasa berat.
ingat dulu, ada teman yang senang memplesetkan kata Katolik , dan saya hanya bisa menangis saat di olok. Kemudian, saat memilih nama baptis, saya memilih nama sendiri.

Saat itu saya SD, guru agama ku berkata,

"Hetty, kamu harus cari nama babtismu. lihat di buku doa ku. atau tanya orang tua mu."

masih ingat saat itu, beliau duduk di kursi, dan saya di panggil kedepan.
seminggu sodara2, buat saya memutuskan mengambil nama apa.

Sejak kecil, ternyata aku udah jadi manusia yg suka lari dari yang biasa dan menjadi aneh sendiri. Biasa orang pasti akan ambil nama babtis yang biasa ajj, nama santa yang sudah familiar di dengar.

lha saya???

dengan buta nya (karena nggak tau sejarah/riwayat hidup santa itu ) saya memilih nama Lidwina.

alasan saya gini, "kalo ini nama, saya bakalan beda sendiri. dikit yang pakai. trus agak susah di ucapin jadi teman ku yg jahil nggak akan mengejek namaku, terus namaku akan semakin sepanjang jalan kenangan panjangnya. wkwkwkkwk."

Oh Bapa, ampunilah. :)
.
tahun 2005 saya pindah. Beberapa kali ada ajakan yang memintaku mengubah iman ku. Dalam damai ku terus maju tak gentar.

ah ,lucu. jadi ingin bernyanyi lagu maju tak gentar rasanya. . hahaaa...

Hingga saat ini, ku masih menjadi seorang Katolik. mengenai nama baptisku, aku baru mengenal siapa Santa Lidwina, saat ku lulus kuliah dan sedang menanti pekerjaan.

Ku browsing, mencari tahu, ah ternyata santa Lidwina seorang wanita cantik, namun ia jatuh sakit, dan sisa hidupnya ia habiskan dengan menjadi pendoa dan banyak hal baik lainnya yang Ia lakukan bagi banyak orang.

Wow!! menyadarkanku. sejak ku mulai tahu tentang Santa Lidwina, sedikit demi sedikit ku mengubah sikapku yang buruk dan keras. namun, belum berhasil. masih sangat buruk ternyata aku ini.
.
.
Banyak teman Katolik, sangat mengerti akan doa ini, doa itu, dan lainnya. Bahkan banyak yang sampai tau banyak kosa kata dalam bahasa Latin.

sedangkan saya?

bahasa latin yang saya tahu dan ingat betul itu cuma 3.

1.Dum spiro, spero, artinya selama aku hidup/bernafas , aku tidak putus asa
2.Lans Deo, artinya terpujilah Tuhan
dan
3. in cruce Salus, artinya dalam salib ada keselamatan.

hanya itu saja!
.
.
mengenai berdoa, kadang saya suka keseleo saat berdoa yang sederhana sekalipun. tak jarang saya mengulang satu kalimat doa dalam doa bapa kami hingga berkali kali, baru bisa benar meskipun saya hapal tapi selalu berulang ulang di kalimat tertentu.
saya tidak tau berdoa dengan fokus lama.
.
Roh memang penurut, tapi daging tidak.
sepertinya saya begitu. saat berdoa, ada nyamuk di kaki, saya akan segera menepuknya dan menggaruk meski mata tertutup.
namun, satu hal yang aku tahu, aku bisa 'ngobrol' lama dengan NYA. bicara seolah IA adalah rekan ku atau teman ku mengobrol.

aku bercerita. bercerita apa saja yang ingin kuceritakan. dan IA mendengarkan ku tanpa menyela ku.
banyak hal aneh yang selalu lari dari kebiasaan. tapi itulag diriku dalam menjalani hidupku.

Aku suka mengobrol, aku suka berteman meski ku tak pandai memulai suatu pertemanan. Aku suka berlari lari kesana kemari, berjalan dengan cepat, meski kusadarai imank

Rabu, 05 Juli 2017

Me and Me

kuingat diriku dulu:

kaki penuh luka krn nggak pernah bisa jalan sempurna sampai tamat SD. Saya termasuk anak yang lambat jalan saat bayi.

saat usia sekolah, lutut dan kaki penuh luka. karena selalu jatuh meski hanya berjalan biasa apalagi udah berlari.

kulit yang sensitif selalu kena gatal karena debu, atau apapun itu (syukur gak bekas wkwkwk )

mudah demam, langganan berobat .

tapi hebatnya, saya gak pernah mabuk atau drop setiap perjalanan jauh dengan jalan bagus atau jelek, selalu aman.

bisa makan apa saja, gak takut alergi.

kemampuan membaca saat TK boleh kasi jempol dong hahahhaa , krn TK udah baca koran.

saat SD udah baca buku novel yang bercerita kisah sejarah setebal 500an halaman.

SMP bacanya ensiklopedi, perpustakaan sekolah mendukung soalnya buat baca. wkwkwk

SMA mampu menguasai bahasa batak + logatnya , dengan waktu belajar satu tahun dengan dengar musik dan praktek bicara dengan opung.
(kadang sekarang bicara logat batakku macam mardolok dolok bercampur banyak logat. wkwkwkk )

Parahnya, kuliah saya malah jadi Iblis. hahahahaaa... menjadi senakal mungkin, sejahat mungkin. menjahili banyak orang, membohongi banyak orang dan membuat banyak masalah dan kekacauan disana sini namun ku membuat semuanya seolah bukan diriku pelakunya dan tetap mengatur agar diriku tetap dalam posisi yang benar.

baik dan jahat kujalani dengan baik. jadi kutahu rasa setiap unsur.

: sekarang jadi manusia yang menikmati dunia sepi. Kembali pada buku. Saat kerja bermain dengan dunia ramai. saat di rumah berteman imajinasi. dan aku tau caranya bersenang-senang dengan diri sendiri . yaitu, bersyukur.

Dengan bersyukur kau akan tahu dan sadar bahwa hidupmu adalah petualangan yang melebihi petualangan pendaki gunung Mt.Everest atau Mt.Himalaya. hehehe...

selamat sore.

(my hometown, 15:23WIB)

Selasa, 06 Juni 2017

Aku Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta,,,,

Aku jatuh cinta dengan tenang
setenang air mengalir di riak riak sungai, melalui kelok kelok nan rumit hingga pada muara sungai nan segar

Aku jatuh cinta dengan tenang, bagai merpati terbang mengepak pulang menuju sarang.

Aku jatuh cinta dengan tenang, setenang Rajawali terbang mengharungi mega menembus badai tersiram percik air, merangkul awan memeluk pelangi bersinarkan mentari.

aku jatuh cinta dengan indah, seindah bunga mekar dimusim semi di negeri empat musim. Seindah mawar putih bercahaya ditimpa surya, seindah anggrek dipeluk rembulan, menyenangkan hati.

aku jatuh cinta dengan indah, seindah ceetah menari melintasi belantara, seindah raja hutan membelah alam, seindah lumba lumba berdansa di samudera.

aku jatuh cinta dalam hening, sehening pekat memeluk gelap dalam malam namun tiada kelam.

aku jatuh cinta dalam tangis bak bayi lahir  menantang dunia.

aku jatuh cinta dalam tawa berderai bagai alunan musik para dewi nan syahdu mengusir sendu tiada rayu yang mendayu.

aku jatuh cinta dalam cinta. cinta merekah, merekah bak mentari pagi nan hangat.
merekah bak rembulan berpendar di kelam malam,
merekah , merah, semerah hati.
hati yang meniti, menuju cinta yang merah merekah,,,

lalu,,,

aku jatuh dalam cinta karena aku jatuh cinta.

*Sambas, 06/06/2017, 16:33WIB*
*tepian sungai, dalam peluk mentari sore*

Selasa, 23 Mei 2017

Iman ku, Katolik ku

Saya seorang Katolik.

Saya dibabtis tanggal 26 mei 2002, di Gereja Katolik Kristus Raja Sambas, dalam keadaan sadar dan sudah mengerti akan iman yang saya pilih.

Saya belajar dulu setahun lebih , pokoknya lama banget belajarnya. Jadi ingat pas ujan - ujan sama seorang sahabat, kami naik sepeda, trus pergi ke gereja, tetap belajar, pulangnya sambil nyanyi. alasanku saat itu, suara kedinginan sehabis ujan ujanan bisa buat suara bergetar wkwkwk. (teori anak es de )

dan saya menerima sakramen penguatan /Krisma tanggal 28 Oktober 2004, kelas dua SMP, ratusan orang saat itu. gereja sampe penuh sama orang yang mau krisma.

sempat berfikir begini, "aduh kasihan Bapa uskup segini banyak bakalan capek." hehehe maklum pikiran anak remaja yang rada slengek,an.

Menjadi Katolik, bukan hanya sekedar saya baptis, komuni pertama, dan krisma di gereja saja. bagiku, menjadi katolik bebannya luar biasa berat.
ingat dulu, ada teman yang senang memplesetkan kata Katolik , dan saya hanya bisa menangis saat di olok.

Kemudia saat memilih nama baptis, saya memilih nama sendiri. Saat itu saya SD, guru agama ku berkata,

"Hetty, kamu harus cari nama babtismu. lihat di buku doa ku. atau tanya orang tua mu."

masih ingat saat itu, beliau duduk di kursi, dan saya di panggil kedepan.
seminggu sodara2, buat saya memutuskan mengambil nama apa.

Sejak kecil, ternyata aku udah jadi manusia yg suka lari dari yang biasa dan menjadi aneh sendiri. Biasa orang pasti akan ambil nama babtis yang biasa ajj, nama santa yang sudah familiar di dengar.

lha saya???

dengan buta nya (karena nggak tau sejarah/riwayat hidup santa itu ) saya memilih nama Lidwina.

alasan saya gini, "kalo ini nama, saya bakalan beda sendiri. dikit yang pakai. trus agak susah di ucapin jadi teman ku yg jahil nggak akan mengejek namaku, terus namaku akan semakin sepanjang jalan kenangan panjangnya. wkwkwkkwk."

Oh Bapa, ampunilah. :)
.
tahun 2005 saya pindah. Beberapa kali ada ajakan yang memintaku mengubah iman ku. Dalam damai ku terus maju tak gentar. ah ,lucu. jadi ingin bernyanyi lagu maju tak gentar rasanya. . hahaaa...

Hingga saat ini, ku masih menjadi seorang Katolik. mengenai nama baptisku, aku baru mengenal siapa Santa Lidwina, saat ku lulus kuliah dan sedang menanti pekerjaan.

aKu browsing, mencari tahu, ah ternyata Santa Lidwina seorang wanita cantik, namun ia jatuh sakit, dan sisa hidupnya ia habiskan dengan menjadi pendoa dan banyak hal baik lainnya yang Ia lakukan bagi banyak orang.

Wow!!

menyadarkanku. sejak ku mulai tahu tentang Santa Lidwina, sedikit demi sedikit ku mengubah sikapku yang buruk dan keras. namun, belum berhasil. masih sangat buruk ternyata aku ini.
.
.
Banyak teman Katolik, sangat mengerti akan doa ini, doa itu, dan lainnya. Bahkan banyak yang sampai tau banyak kosa kata dalam bahasa Latin.

sedangkan saya?

bahasa latin yang saya tahu dan ingat betul itu cuma 3.

1.Dum spiro, spero, artinya selama aku hidup/bernafas , aku tidak putus asa

2.Lans Deo, artinya terpujilah Tuhan

dan

3. in cruce Salus, artinya dalam salib ada keselamatan.
hanya itu saja!
.
.
mengenai berdoa, kadang saya suka keseleo saat berdoa yang sederhana sekalipun. tak jarang saya mengulang satu kalimat doa dalam doa Bapa Kami hingga berkali kali, baru bisa benar meskipun saya hapal tapi selalu berulang ulang di kalimat tertentu.
saya tidak tau berdoa dengan fokus lama.
.
Roh memang penurut, tapi daging tidak.
sepertinya saya begitu. saat berdoa, ada nyamuk di kaki, saya akan segera menepuknya dan menggaruk meski mata tertutup.

namun, satu hal yang aku tahu, aku bisa 'ngobrol' lama dengan NYA. bicara seolah IA adalah rekan ku atau teman ku mengobrol.

aku bercerita. bercerita apa saja yang ingin kuceritakan. dan IA mendengarkan ku tanpa menyela ku.

banyak hal aneh yang selalu lari dari kebiasaan. tapi itulag diriku dalam menjalani hidupku.

Aku suka mengobrol, aku suka berteman meski ku tak pandai memulai suatu pertemanan. Aku suka berlari lari kesana kemari, berjalan dengan cepat, meski kusadarai imanku tak pandai memulai suatu pertemanan. Aku suka berlari lari kesana kemari, berjalan dengan cepat, meski kusadarai imanku lambat.

namun dalam lambat aku menikmati berjalan bersamaNYA.

Ia menyelamatkan hidupku saat aku pernah hampir sangat putus asa dan merasa semua sia-sia.

IA menemaniku, saat aku sungguh merasa sendirian.

IA memelukku meski aku lari jauhh dan membangkang.

IA menyadarkanku bahwa hanya didalam IA aku tenang.

teman, iman akan menyelamatkan. namun toleransi dan persaudaraan itu pun terutama.

tak peduli bagaimana cara kita hidup, cara kita berdoa, cara kita menjalani hari hari, cara kita menemukan iman, cara kita mendekatkan diri padanya, itu semua kembali pada cara dan pribadi kita masing masing.

kita memang tidak bersaudara dalam iman. tapi iman yang kita pilih akan mengajarkan kita bagaimana cara menjadi sebaik baiknya manusia. sehingga kita tidak lupa caranya menjadi manusia. :)

lalu Yesus berkata, "pergilah, imanmu menyelamatkanmu."

mari kita pergi, pergi mewartakan kasih, damai, persaudaraan dan menjadi manusia yang manusiawi.

ah, ocehanku malam ini terasa panjang, entah kemana mana, tapi rasanya senang ku bisa sedikit bercerita karena ku senang bercerita.

sebentar, lihat tanggal dulu.
ehhh sudah minggu ke tiga ya. sepertinya saya ingin bernyanyi,
.
"dalam Yesus kita bersaudara,,, dalam Yesus kita bersaudara... ........ .... sekarang dan selamanya... "

hehehehe yang ingat Homili seorang pastor saat paskah, pasti akan senyum-senyum :)

selamat malam, selamat istirahat. Tuhan berkati.

Minggu, 07 Mei 2017

Standar dan Ukuran

Jangan gunakan ukuran sepatumu ke kaki orang lain, nggak bakalan muat.

jangan bandingkan berat badanmu dengan berat badan orang lain, karena tinggi tubuh setiap orang berbeda.
-------------------------
Sudah beberapa kali aku membaca dan mendengar serta melihat kasus bunuh diri. Kumencoba mencari tahu mengapa.
lalu sebuah artikel kubaca menuliskan seseorang yang berpotensi bunuh diri adalah seseorang yang sudah mengalami depresi berat, namun tidak tahu harus kemana bercerita, atau tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita, atau bahkan ia malu jika ia berkata tentang kisahnya orang akan berkata,

"ah baru segitu udah galau."

ilustrasi diatas sengaja kugunakan. bagi aku, dengan tinggi tubuh 154cm dan berat badan 43kg, mengangkat buku tulis setebal 50lembar sebanyak 30 buku sudah termasuk berat.

alasannya, saya terlalu kurus, riwayat tangan kanan yang pernah terkilir hingga kini tidak kuat, ditambah ketidak mampuan menggunakan tangan kiri dengan maksimal dan sejak kecil saya tidak pernah bekerja berat.

berbeda dengan seorang teman lain yang dengan tubuh tinggi tegap, berotot, sudah terbiasa dengan kerja berat, baginya tumpukan buku itu bukan berarti apa apa.

Mengapa???? karena tingkat beban dan kemampuan seseorang dalam menghadapi atau menerima beban itu berbeda.

beberapa waktu lalu, pernah Seorang badut diberitakan bunuh diri. semua orang berkata, "konyol sekali dia. dia selalu menghibur orang lain. kenapa dia memilih berakhir demikian?"

sekali waktu pernah seorang pria memutuskan mengakhiri hidupnya, dan orang yang mengenalnya berkata, "tadi pagi kami baru saja mengopi bersama dan dia menceritakan lelucon yang sangat lucu."

Teman, seseorang sangat pandai menyembunyikan banyak hal dalam hatinya. Ia selalu menampilkan yang terbaik di hadapan kita. Ia selalu tertawa bahkan terlihat paling tegar. mengapa? karena ia tidak ingin di cemooh, atau tidak ingin menjadi beban bagi orang lain.

seorang gadis muda bercerita dengan putus asa kepada sahabatnya, "kau tahu, saat kucingku mati aku merasa sangat menderita. setiap malam aku selalu mengingat suaranya. hatiku sangat sedih."

lalu sahabatnya berkata, "baru seekor kucing yang mati. kau bisa memiliki kucing lain."

Teman,, bagi kita itu 'hanya' seekor kucing . kucing berusi pendek dan kucing datang dan pergi dalam kehidupan kita, tetapi bagaimana dengan orang lain? ia menghabiskan banyak waktu dan kenangan baik bersama kucing kesayangannya.

Mari kita belajar menempatkan diri di posisi orang lain, agar kita bisa lebih peka terhadap sesama dan sekitar.

Mari kita lebih mau menyediakan telinga untuk mendengar cerita dan keluh sesama agar , semua org merasa bahwa mereka sungguh di dengarkan.
mari kita lebih bersedia membuka hati untuk turut serta merasakan penderitaan atau beban sesama tanpa mengukurnya dengan ukuran atau standar kita.

Semoga semua penuh kedamaian, kasih dan pengharapan serta sukacita
Selamat siang. :)

Matematika dan Jatuh Cinta

Ingat dulu kalo matematika, pas jaman ku sekolah dari TK sampai SMA, asal liat guru matematika perutku selalu mules, trus dengar ketukan sepatu guru matematika berasa jantung mau putus sambil mulut komat kami baca mantra, eeehhhhh salah, baca doa maksudnya , berdoa semoga si guru sakit perut lalu pulang kerumah dan nggak jadi ngajar matematika.

Sekarang, ketemu dengan pria yang kalo liat matematika kayak melihat kerupuk, sekali kunyah kelar itu soal matematika. grrrhhh...

lalu sekarang saya juga ngajar matematika???

oh ,,, demi tukang bubur pedas yang sering lewat depan rumah sambil teriak,,, "bubborr paddaaassss... bubbor paddaaasssss..." astaga, suer saya kena kutuk apa kena karma?

saya sekarang malah lebih suka matematika, bahkan kadang suka nyari cara aneh buat ngerjain itu soal yang penting nggak susah ngerjainnya, tenang,,,, jawabannya benar kok. setelah di cek,,, wkwkwk...

Tapi serius, ibarat orang yang dulunya benci, sekarang jadi cinta,
ya gitulah saya mengalami proses PDKT, lalu jatuh hati, dan jadian dengan si matematika. Tapi please,,, jangan dulu kasi soal level akut yang bisa bikin muka keriting yaa....

Jadi ingat dulu, saat kuliah , saya paling takut lewat jurusan matematika. takut liat papan tulis mereka.

Suer!!! angka semua. Gimana bacanya tuh???? wkwkkw

Tapi apapun itu, tulisan ini saya tulis hanya buat kita semua ketawa kok.

berhubung saya lagi lapar, padahal udah makan dua piring ditambah segelas coklat panas dan sebotol air putih, kok malah masih lapar ya?

jadilah tulisan ini. yak,, selamat malam saudara saudara. kalo ada typo, betulin sendiri dalam hati ya :) :) :)

Senin, 01 Mei 2017

Antara Balon dan Karung Beras


Aku masih mengingat si supir pengantuk yang membawaku dan keluarga beberapa waktu lalu. Dia bertanya mengenai kehidupanku, Namanya siapa mbak? Usia berapa mbak? udah punya anak berapa? udah nikah?

keningku mengkerut mendengar urutan pertanyaannya. Dimana2 orang akan bertanya "sudah menikah kah" terlebih dahulu kemudian "anak berapa".
namun kujawab saja sekenanya.

Kusebut nama yg bukan namaku, kusebut usia yang bukan usiaku, dan kukatakan saya tidak menikah saat ini dan otomatis tidak memiliki anak. ingin ku mendebatnya, namun urung.

percuma melawan ucapan orang yang sangat mengantuk dan ia berbicara hanya agar rasa kantuknya berkurang.
Kemudian pertanyaannya menjurus pada arah politik. Ia mulai membicarakan kelemahan kepemimpinan Presiden kita saat ini.

Entah mengapa tidak ada yang baik baginya yang diperbuat oleh pemimpin kita. ingin ku membeberkan beberapa fakta, ingin ku mendebatnya, namun kuurung sekali lagi. semua itu akan percuma.

Percuma mendebat seseorang yang tidak tahu apa itu tanggungjawab. Ia membicarakan tanggungjawab pemimpin, tapi ia sendiri tidak bertanggungjawab dalam pekerjaannya sendiri.

Ia sudah tahu jadwal pekerjaannya harus mengemudi dimalam hari dalam kondisi fit dan tidak mengantuk, namun ia beberapa kali hampir saja menabrak mobil di pinggir jalan yang parkir. Ia bernafas sangat berat seperti , maaf, doggy , yang sedang mengendus suatu bau.

Tidak ada untungnya mendebat balon. Balon kosong, berisi udara hampa yang tidak berguna sama sekali.
lebih baik kita menjadi karung beras, berisi, dan berguna bagi orang lain sesuai dan tepat guna.

ps: Kepada seluruh pengemudi, bertanggungjawablah. karena pekerjaan anda tanggungjawabnya bukan hanya sekedar mengantar penumpang hingga tujuan, namun nyawa penumpang adalah prioritas utama.

Good morning wkwk

Minggu, 23 April 2017

Pahit, Manis, Pengalaman

Aku tidak perlu memakai narkoba untuk tahu itu berbahaya

Aku tak perlu merokok untuk tahu itu akan merusak paru-paru ku

Aku tak perlu mencicipi empedu untuk tahu kalau itu pahit

Aku tak perlu memakan kotoran untuk tahu itu tidak enak

Aku tak perlu menghisap sarang lebah untuk tahu madu itu manis

Tapi dari kehidupan orang lain, aku bisa belajar bahwa ada pahit dan manis dalam setiap lingkaran kehidupan.

Aku tidak perlu menjatuhkan diri kedalam sumur untuk tahu itu dalam.

Aku tidak perlu terbang untuk tahu langit itu jauh dan tinggi.

Aku tidak perlu mengukur untuk tahu gunung itu besar.

Aku tak perlu berenang untuk tahu samudera itu luas.

Begitu juga kehidupan, aku tidakak harus jadi orang tua dulu agar aku tahu bagaimana jadi orang tua. Aku bisa melihat semua orang tua, bertanya pada mereka, dan belajar dari mereka.

Aku tidak perlu membangkrutkan diri untuk tahu apa itu bangkit. Aku bisa melihat orang2 yang pernah bangkrut dan belajar dari setiap kesalahan dan kegigihan mereka untuk bangkit.

Itu sebabnya pepatah berkata, pengalaman adalah guru yang terbaik.

Bukan hanya pengalaman diri kita sendiri, namun pengalaman orang lain juga perlu kita jadikan guru yang terbaik.

Sejarah memang sudah berlalu. Namun, dari sejarah kita tahu bahwa keserakahan dan ketamakan akan selalu menghasilkan konflik, kebenaran akan selalu mengalahkan kecurangan.

Jika sudah demikian, mengapa kita tidak mau belajar dari itu semua?

Mengapa kita tidak mau memandang segala sesuatunya dari berbagai sudut pandang?

Dalam hidupku, sering aku ingin melibatkan diri dalam suatu pertengkaran. Namun, ada sisi lain dalam diri yang berkata, meredam amarah jauh lebih berharga, bersikap anggun lebih terhormat dalam menyelesaikan segala sesuatunya.

Terkadang dalam suatu permasalahan sering kita dipojokkan oleh siapapun dan jauh didalam diri ada rasa ingin membela diri. Namun, tidak selamanya pembelaan diri akan berbuah kedamaian.

Ada baiknya kita memilih mengalah dan berdiam demi sebuah kedamaian sembari menunggu saat terbaik untuk menjelaskan segala sesuatunya sambil membawa diri berdamai dengan dunia.
Pahit atau manis, itu adalah coretan indah dalam hidup (kelak) .

( Salam dari Kota kecil panas di pelosok bumi Borneo)😚

Minggu, 16 April 2017

Pasti Aku Selamat Karena Allahku Hidup

Selamat Paskah semuanya.

16 April 2017, Paskah kali ini terasa sedikit sepi bagiku namun hatiku sangat bahagia, meski tak sempurna.

Mengapa?

1. Papa entah sedang dimana, nomer hp nya tidak bisa ditelepon tidak tersambung. Biasanya, Paskah papa pasti pulang, tapi tahun ini nggak. Buat beda. Rumah sepi.

2. Adik, masih selesaikan studynya.  Yeeeiiiyyy.....! Beberapa minggu lagi bisa ketemu adik. Dia mau wisuda. Bahagia tapi tetep sepi. Paskah tanpa keluarga yang lengkap.

3. Tante, biasa kalau natal dan paskah pasti datang, tapi kali ini tante nggak di Indonesia. Aihhh... Makin sepi.

4. Pacar? Dia ada di kota lain. Kita kan LDR an. Ini paskah kedua kita , dan kita masih LDR an. Kangen dia, kangen pergi misa bareng, tapi sepertinya belum di izinkan sama Tuhan. Tuhan masih kasi kita jarak cukup jauh. Kami akan sabar menanti waktuMU Tuhan. Kangen....!

Jadiii,,,, Paskah tahun ini terasa sepi. Berdua dengan mama saja.

Paskah, diawali dengan hari Rabu Abu, itu bulan maret lalu. Setiap umat memulai masa pertobatan, masa berpantang dan berpuasa selama 40 hari.

Kemudian, setelah minggu prapaskah ke lima, kami memasuki Minggu Palma. Minggu Palma memperingati Yesus memasuki Kota Yerusalem dengan diiringi sorak sorai banyak orang dengan membawa daun palma dan bernyanyi memuji Tuhan.

Setelah Minggu Palma, kami memasuki hari Kamis Putih. Kamis Putih, merupakan perayaan Kasih, peringatan perjamuan terakhir Yesus bersama para RasulNYA. Pada Misa Kamis Putih, Romo atau Pastor akan membasuk kaki 12 Rasul, yang dipilih dari antara umat.

Selalu ada perasaan haru, sedih dan terenyuh menyaksikan Pastor membasuh dan mencium kaki. Terbayang akan Yesus dulu juga membasuh kaki para RasulNYA. Yesus mengajari para Rasul tentang apa itu melayani dengan ketulusan.

Saat Kamis Putih, sehabis misa, umat juga akan melakukan Tuguran / berjaga dengan berdoa. Sebagaimana Yesus mengajak muridNYA berdoa di taman Getsemani.

Kemudian, keesokannya, memasuki Jumat Agung. Yesus dihukum mati dengan disalibkan. Prosesi jalan salib terasa sangat melelahkan, namun kuberfikir, hanya begini saja aku manusia ini, sudah sangat kelelahan. Apalagi Yesus, yang memikul salib yang sangat besar dan berat, menuju puncak bukit Golgata, kemudian IA disalib. Terhina, dihina, dihukum meski IA tidak bersalah.

Tuhan, Apa sebabnya Kau panggul salib ke Golgata?

Karena dosa-dosaku. Karena IA ingin menyelamatkan umat manusia dari cengkraman dosa. Ia ingin , manusia ciptaanNYA kembali murni dan bebas dari belenggu dosa.

Kemudian, memasuki Sabtu Suci/Sabtu Sunyi. Dalam sehari ini, gereja tidak memberikan sakramen apapun kecuali pengurapan orang sakit dan pertobatan.

Gereja terasa sepi, sunyi, dan lengang. Salib besar masih dibungkus kain ungu. Ada rasa duka yang teramat mendalam.

Kemudian, memasuki Malam Paskah, biasa disebut Vigili Pertama. Dimulai dari perayaan api/cahaya suci. Lilin Paskah dinyalakan.

Bacaan dalam misa malam Paskah ada sebanyak 5 Bacaan.

Malam Paskah, aku diberi tugas sebagai doa Umat. Bersama barisan Para lektor / Petugas Bacaan. Selalu bahagia, setiap berada dialtar. Merasa sangat dekat dengan Yesus. Seolah ku bisa memeluknya. Jubah yang kukenakan terasa hangat, seolah dalam pelukanNYA.

Keesokannya, Horee!!! Selamat Paskah saudara semua. Kristus bangkit, Kristus mulia, Nyatakanlah dengan riang. Kristus pemenang jaya.

Kubur batu telah terbuka pintunya, kubur telah kosong. Dan Malaikat berkata bahwa IA telah bangkit! Bangkit  , mengalahkan maut!!

Aku memang sedih, saat Paskah ini tidak bersama semua orang yang kukasihi, namun aku percaya Yesus akan memberikan penghiburan bagu hatiku. Suatu hari nanti aku akan bersama dengan mereka untuk merayakan Paskah atau perayaan lainnya.

Papa, Selamat Paskah

Mama, Selamat Paskah

Tante, Selamat Paskah

Dedek, Selamat Paskah

Sayangku, Selamat Paskah

Aku mengasihi kalian semua.

Pasti

Aku

Hidup

Karena

Allahku

Hidup