Selasa, 23 Mei 2017

Iman ku, Katolik ku

Saya seorang Katolik.

Saya dibabtis tanggal 26 mei 2002, di Gereja Katolik Kristus Raja Sambas, dalam keadaan sadar dan sudah mengerti akan iman yang saya pilih.

Saya belajar dulu setahun lebih , pokoknya lama banget belajarnya. Jadi ingat pas ujan - ujan sama seorang sahabat, kami naik sepeda, trus pergi ke gereja, tetap belajar, pulangnya sambil nyanyi. alasanku saat itu, suara kedinginan sehabis ujan ujanan bisa buat suara bergetar wkwkwk. (teori anak es de )

dan saya menerima sakramen penguatan /Krisma tanggal 28 Oktober 2004, kelas dua SMP, ratusan orang saat itu. gereja sampe penuh sama orang yang mau krisma.

sempat berfikir begini, "aduh kasihan Bapa uskup segini banyak bakalan capek." hehehe maklum pikiran anak remaja yang rada slengek,an.

Menjadi Katolik, bukan hanya sekedar saya baptis, komuni pertama, dan krisma di gereja saja. bagiku, menjadi katolik bebannya luar biasa berat.
ingat dulu, ada teman yang senang memplesetkan kata Katolik , dan saya hanya bisa menangis saat di olok.

Kemudia saat memilih nama baptis, saya memilih nama sendiri. Saat itu saya SD, guru agama ku berkata,

"Hetty, kamu harus cari nama babtismu. lihat di buku doa ku. atau tanya orang tua mu."

masih ingat saat itu, beliau duduk di kursi, dan saya di panggil kedepan.
seminggu sodara2, buat saya memutuskan mengambil nama apa.

Sejak kecil, ternyata aku udah jadi manusia yg suka lari dari yang biasa dan menjadi aneh sendiri. Biasa orang pasti akan ambil nama babtis yang biasa ajj, nama santa yang sudah familiar di dengar.

lha saya???

dengan buta nya (karena nggak tau sejarah/riwayat hidup santa itu ) saya memilih nama Lidwina.

alasan saya gini, "kalo ini nama, saya bakalan beda sendiri. dikit yang pakai. trus agak susah di ucapin jadi teman ku yg jahil nggak akan mengejek namaku, terus namaku akan semakin sepanjang jalan kenangan panjangnya. wkwkwkkwk."

Oh Bapa, ampunilah. :)
.
tahun 2005 saya pindah. Beberapa kali ada ajakan yang memintaku mengubah iman ku. Dalam damai ku terus maju tak gentar. ah ,lucu. jadi ingin bernyanyi lagu maju tak gentar rasanya. . hahaaa...

Hingga saat ini, ku masih menjadi seorang Katolik. mengenai nama baptisku, aku baru mengenal siapa Santa Lidwina, saat ku lulus kuliah dan sedang menanti pekerjaan.

aKu browsing, mencari tahu, ah ternyata Santa Lidwina seorang wanita cantik, namun ia jatuh sakit, dan sisa hidupnya ia habiskan dengan menjadi pendoa dan banyak hal baik lainnya yang Ia lakukan bagi banyak orang.

Wow!!

menyadarkanku. sejak ku mulai tahu tentang Santa Lidwina, sedikit demi sedikit ku mengubah sikapku yang buruk dan keras. namun, belum berhasil. masih sangat buruk ternyata aku ini.
.
.
Banyak teman Katolik, sangat mengerti akan doa ini, doa itu, dan lainnya. Bahkan banyak yang sampai tau banyak kosa kata dalam bahasa Latin.

sedangkan saya?

bahasa latin yang saya tahu dan ingat betul itu cuma 3.

1.Dum spiro, spero, artinya selama aku hidup/bernafas , aku tidak putus asa

2.Lans Deo, artinya terpujilah Tuhan

dan

3. in cruce Salus, artinya dalam salib ada keselamatan.
hanya itu saja!
.
.
mengenai berdoa, kadang saya suka keseleo saat berdoa yang sederhana sekalipun. tak jarang saya mengulang satu kalimat doa dalam doa Bapa Kami hingga berkali kali, baru bisa benar meskipun saya hapal tapi selalu berulang ulang di kalimat tertentu.
saya tidak tau berdoa dengan fokus lama.
.
Roh memang penurut, tapi daging tidak.
sepertinya saya begitu. saat berdoa, ada nyamuk di kaki, saya akan segera menepuknya dan menggaruk meski mata tertutup.

namun, satu hal yang aku tahu, aku bisa 'ngobrol' lama dengan NYA. bicara seolah IA adalah rekan ku atau teman ku mengobrol.

aku bercerita. bercerita apa saja yang ingin kuceritakan. dan IA mendengarkan ku tanpa menyela ku.

banyak hal aneh yang selalu lari dari kebiasaan. tapi itulag diriku dalam menjalani hidupku.

Aku suka mengobrol, aku suka berteman meski ku tak pandai memulai suatu pertemanan. Aku suka berlari lari kesana kemari, berjalan dengan cepat, meski kusadarai imanku tak pandai memulai suatu pertemanan. Aku suka berlari lari kesana kemari, berjalan dengan cepat, meski kusadarai imanku lambat.

namun dalam lambat aku menikmati berjalan bersamaNYA.

Ia menyelamatkan hidupku saat aku pernah hampir sangat putus asa dan merasa semua sia-sia.

IA menemaniku, saat aku sungguh merasa sendirian.

IA memelukku meski aku lari jauhh dan membangkang.

IA menyadarkanku bahwa hanya didalam IA aku tenang.

teman, iman akan menyelamatkan. namun toleransi dan persaudaraan itu pun terutama.

tak peduli bagaimana cara kita hidup, cara kita berdoa, cara kita menjalani hari hari, cara kita menemukan iman, cara kita mendekatkan diri padanya, itu semua kembali pada cara dan pribadi kita masing masing.

kita memang tidak bersaudara dalam iman. tapi iman yang kita pilih akan mengajarkan kita bagaimana cara menjadi sebaik baiknya manusia. sehingga kita tidak lupa caranya menjadi manusia. :)

lalu Yesus berkata, "pergilah, imanmu menyelamatkanmu."

mari kita pergi, pergi mewartakan kasih, damai, persaudaraan dan menjadi manusia yang manusiawi.

ah, ocehanku malam ini terasa panjang, entah kemana mana, tapi rasanya senang ku bisa sedikit bercerita karena ku senang bercerita.

sebentar, lihat tanggal dulu.
ehhh sudah minggu ke tiga ya. sepertinya saya ingin bernyanyi,
.
"dalam Yesus kita bersaudara,,, dalam Yesus kita bersaudara... ........ .... sekarang dan selamanya... "

hehehehe yang ingat Homili seorang pastor saat paskah, pasti akan senyum-senyum :)

selamat malam, selamat istirahat. Tuhan berkati.

Minggu, 07 Mei 2017

Standar dan Ukuran

Jangan gunakan ukuran sepatumu ke kaki orang lain, nggak bakalan muat.

jangan bandingkan berat badanmu dengan berat badan orang lain, karena tinggi tubuh setiap orang berbeda.
-------------------------
Sudah beberapa kali aku membaca dan mendengar serta melihat kasus bunuh diri. Kumencoba mencari tahu mengapa.
lalu sebuah artikel kubaca menuliskan seseorang yang berpotensi bunuh diri adalah seseorang yang sudah mengalami depresi berat, namun tidak tahu harus kemana bercerita, atau tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita, atau bahkan ia malu jika ia berkata tentang kisahnya orang akan berkata,

"ah baru segitu udah galau."

ilustrasi diatas sengaja kugunakan. bagi aku, dengan tinggi tubuh 154cm dan berat badan 43kg, mengangkat buku tulis setebal 50lembar sebanyak 30 buku sudah termasuk berat.

alasannya, saya terlalu kurus, riwayat tangan kanan yang pernah terkilir hingga kini tidak kuat, ditambah ketidak mampuan menggunakan tangan kiri dengan maksimal dan sejak kecil saya tidak pernah bekerja berat.

berbeda dengan seorang teman lain yang dengan tubuh tinggi tegap, berotot, sudah terbiasa dengan kerja berat, baginya tumpukan buku itu bukan berarti apa apa.

Mengapa???? karena tingkat beban dan kemampuan seseorang dalam menghadapi atau menerima beban itu berbeda.

beberapa waktu lalu, pernah Seorang badut diberitakan bunuh diri. semua orang berkata, "konyol sekali dia. dia selalu menghibur orang lain. kenapa dia memilih berakhir demikian?"

sekali waktu pernah seorang pria memutuskan mengakhiri hidupnya, dan orang yang mengenalnya berkata, "tadi pagi kami baru saja mengopi bersama dan dia menceritakan lelucon yang sangat lucu."

Teman, seseorang sangat pandai menyembunyikan banyak hal dalam hatinya. Ia selalu menampilkan yang terbaik di hadapan kita. Ia selalu tertawa bahkan terlihat paling tegar. mengapa? karena ia tidak ingin di cemooh, atau tidak ingin menjadi beban bagi orang lain.

seorang gadis muda bercerita dengan putus asa kepada sahabatnya, "kau tahu, saat kucingku mati aku merasa sangat menderita. setiap malam aku selalu mengingat suaranya. hatiku sangat sedih."

lalu sahabatnya berkata, "baru seekor kucing yang mati. kau bisa memiliki kucing lain."

Teman,, bagi kita itu 'hanya' seekor kucing . kucing berusi pendek dan kucing datang dan pergi dalam kehidupan kita, tetapi bagaimana dengan orang lain? ia menghabiskan banyak waktu dan kenangan baik bersama kucing kesayangannya.

Mari kita belajar menempatkan diri di posisi orang lain, agar kita bisa lebih peka terhadap sesama dan sekitar.

Mari kita lebih mau menyediakan telinga untuk mendengar cerita dan keluh sesama agar , semua org merasa bahwa mereka sungguh di dengarkan.
mari kita lebih bersedia membuka hati untuk turut serta merasakan penderitaan atau beban sesama tanpa mengukurnya dengan ukuran atau standar kita.

Semoga semua penuh kedamaian, kasih dan pengharapan serta sukacita
Selamat siang. :)

Matematika dan Jatuh Cinta

Ingat dulu kalo matematika, pas jaman ku sekolah dari TK sampai SMA, asal liat guru matematika perutku selalu mules, trus dengar ketukan sepatu guru matematika berasa jantung mau putus sambil mulut komat kami baca mantra, eeehhhhh salah, baca doa maksudnya , berdoa semoga si guru sakit perut lalu pulang kerumah dan nggak jadi ngajar matematika.

Sekarang, ketemu dengan pria yang kalo liat matematika kayak melihat kerupuk, sekali kunyah kelar itu soal matematika. grrrhhh...

lalu sekarang saya juga ngajar matematika???

oh ,,, demi tukang bubur pedas yang sering lewat depan rumah sambil teriak,,, "bubborr paddaaassss... bubbor paddaaasssss..." astaga, suer saya kena kutuk apa kena karma?

saya sekarang malah lebih suka matematika, bahkan kadang suka nyari cara aneh buat ngerjain itu soal yang penting nggak susah ngerjainnya, tenang,,,, jawabannya benar kok. setelah di cek,,, wkwkwk...

Tapi serius, ibarat orang yang dulunya benci, sekarang jadi cinta,
ya gitulah saya mengalami proses PDKT, lalu jatuh hati, dan jadian dengan si matematika. Tapi please,,, jangan dulu kasi soal level akut yang bisa bikin muka keriting yaa....

Jadi ingat dulu, saat kuliah , saya paling takut lewat jurusan matematika. takut liat papan tulis mereka.

Suer!!! angka semua. Gimana bacanya tuh???? wkwkkw

Tapi apapun itu, tulisan ini saya tulis hanya buat kita semua ketawa kok.

berhubung saya lagi lapar, padahal udah makan dua piring ditambah segelas coklat panas dan sebotol air putih, kok malah masih lapar ya?

jadilah tulisan ini. yak,, selamat malam saudara saudara. kalo ada typo, betulin sendiri dalam hati ya :) :) :)

Senin, 01 Mei 2017

Antara Balon dan Karung Beras


Aku masih mengingat si supir pengantuk yang membawaku dan keluarga beberapa waktu lalu. Dia bertanya mengenai kehidupanku, Namanya siapa mbak? Usia berapa mbak? udah punya anak berapa? udah nikah?

keningku mengkerut mendengar urutan pertanyaannya. Dimana2 orang akan bertanya "sudah menikah kah" terlebih dahulu kemudian "anak berapa".
namun kujawab saja sekenanya.

Kusebut nama yg bukan namaku, kusebut usia yang bukan usiaku, dan kukatakan saya tidak menikah saat ini dan otomatis tidak memiliki anak. ingin ku mendebatnya, namun urung.

percuma melawan ucapan orang yang sangat mengantuk dan ia berbicara hanya agar rasa kantuknya berkurang.
Kemudian pertanyaannya menjurus pada arah politik. Ia mulai membicarakan kelemahan kepemimpinan Presiden kita saat ini.

Entah mengapa tidak ada yang baik baginya yang diperbuat oleh pemimpin kita. ingin ku membeberkan beberapa fakta, ingin ku mendebatnya, namun kuurung sekali lagi. semua itu akan percuma.

Percuma mendebat seseorang yang tidak tahu apa itu tanggungjawab. Ia membicarakan tanggungjawab pemimpin, tapi ia sendiri tidak bertanggungjawab dalam pekerjaannya sendiri.

Ia sudah tahu jadwal pekerjaannya harus mengemudi dimalam hari dalam kondisi fit dan tidak mengantuk, namun ia beberapa kali hampir saja menabrak mobil di pinggir jalan yang parkir. Ia bernafas sangat berat seperti , maaf, doggy , yang sedang mengendus suatu bau.

Tidak ada untungnya mendebat balon. Balon kosong, berisi udara hampa yang tidak berguna sama sekali.
lebih baik kita menjadi karung beras, berisi, dan berguna bagi orang lain sesuai dan tepat guna.

ps: Kepada seluruh pengemudi, bertanggungjawablah. karena pekerjaan anda tanggungjawabnya bukan hanya sekedar mengantar penumpang hingga tujuan, namun nyawa penumpang adalah prioritas utama.

Good morning wkwk