Minggu, 07 Mei 2017

Standar dan Ukuran

Jangan gunakan ukuran sepatumu ke kaki orang lain, nggak bakalan muat.

jangan bandingkan berat badanmu dengan berat badan orang lain, karena tinggi tubuh setiap orang berbeda.
-------------------------
Sudah beberapa kali aku membaca dan mendengar serta melihat kasus bunuh diri. Kumencoba mencari tahu mengapa.
lalu sebuah artikel kubaca menuliskan seseorang yang berpotensi bunuh diri adalah seseorang yang sudah mengalami depresi berat, namun tidak tahu harus kemana bercerita, atau tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita, atau bahkan ia malu jika ia berkata tentang kisahnya orang akan berkata,

"ah baru segitu udah galau."

ilustrasi diatas sengaja kugunakan. bagi aku, dengan tinggi tubuh 154cm dan berat badan 43kg, mengangkat buku tulis setebal 50lembar sebanyak 30 buku sudah termasuk berat.

alasannya, saya terlalu kurus, riwayat tangan kanan yang pernah terkilir hingga kini tidak kuat, ditambah ketidak mampuan menggunakan tangan kiri dengan maksimal dan sejak kecil saya tidak pernah bekerja berat.

berbeda dengan seorang teman lain yang dengan tubuh tinggi tegap, berotot, sudah terbiasa dengan kerja berat, baginya tumpukan buku itu bukan berarti apa apa.

Mengapa???? karena tingkat beban dan kemampuan seseorang dalam menghadapi atau menerima beban itu berbeda.

beberapa waktu lalu, pernah Seorang badut diberitakan bunuh diri. semua orang berkata, "konyol sekali dia. dia selalu menghibur orang lain. kenapa dia memilih berakhir demikian?"

sekali waktu pernah seorang pria memutuskan mengakhiri hidupnya, dan orang yang mengenalnya berkata, "tadi pagi kami baru saja mengopi bersama dan dia menceritakan lelucon yang sangat lucu."

Teman, seseorang sangat pandai menyembunyikan banyak hal dalam hatinya. Ia selalu menampilkan yang terbaik di hadapan kita. Ia selalu tertawa bahkan terlihat paling tegar. mengapa? karena ia tidak ingin di cemooh, atau tidak ingin menjadi beban bagi orang lain.

seorang gadis muda bercerita dengan putus asa kepada sahabatnya, "kau tahu, saat kucingku mati aku merasa sangat menderita. setiap malam aku selalu mengingat suaranya. hatiku sangat sedih."

lalu sahabatnya berkata, "baru seekor kucing yang mati. kau bisa memiliki kucing lain."

Teman,, bagi kita itu 'hanya' seekor kucing . kucing berusi pendek dan kucing datang dan pergi dalam kehidupan kita, tetapi bagaimana dengan orang lain? ia menghabiskan banyak waktu dan kenangan baik bersama kucing kesayangannya.

Mari kita belajar menempatkan diri di posisi orang lain, agar kita bisa lebih peka terhadap sesama dan sekitar.

Mari kita lebih mau menyediakan telinga untuk mendengar cerita dan keluh sesama agar , semua org merasa bahwa mereka sungguh di dengarkan.
mari kita lebih bersedia membuka hati untuk turut serta merasakan penderitaan atau beban sesama tanpa mengukurnya dengan ukuran atau standar kita.

Semoga semua penuh kedamaian, kasih dan pengharapan serta sukacita
Selamat siang. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar