Minggu, 23 April 2017

Pahit, Manis, Pengalaman

Aku tidak perlu memakai narkoba untuk tahu itu berbahaya

Aku tak perlu merokok untuk tahu itu akan merusak paru-paru ku

Aku tak perlu mencicipi empedu untuk tahu kalau itu pahit

Aku tak perlu memakan kotoran untuk tahu itu tidak enak

Aku tak perlu menghisap sarang lebah untuk tahu madu itu manis

Tapi dari kehidupan orang lain, aku bisa belajar bahwa ada pahit dan manis dalam setiap lingkaran kehidupan.

Aku tidak perlu menjatuhkan diri kedalam sumur untuk tahu itu dalam.

Aku tidak perlu terbang untuk tahu langit itu jauh dan tinggi.

Aku tidak perlu mengukur untuk tahu gunung itu besar.

Aku tak perlu berenang untuk tahu samudera itu luas.

Begitu juga kehidupan, aku tidakak harus jadi orang tua dulu agar aku tahu bagaimana jadi orang tua. Aku bisa melihat semua orang tua, bertanya pada mereka, dan belajar dari mereka.

Aku tidak perlu membangkrutkan diri untuk tahu apa itu bangkit. Aku bisa melihat orang2 yang pernah bangkrut dan belajar dari setiap kesalahan dan kegigihan mereka untuk bangkit.

Itu sebabnya pepatah berkata, pengalaman adalah guru yang terbaik.

Bukan hanya pengalaman diri kita sendiri, namun pengalaman orang lain juga perlu kita jadikan guru yang terbaik.

Sejarah memang sudah berlalu. Namun, dari sejarah kita tahu bahwa keserakahan dan ketamakan akan selalu menghasilkan konflik, kebenaran akan selalu mengalahkan kecurangan.

Jika sudah demikian, mengapa kita tidak mau belajar dari itu semua?

Mengapa kita tidak mau memandang segala sesuatunya dari berbagai sudut pandang?

Dalam hidupku, sering aku ingin melibatkan diri dalam suatu pertengkaran. Namun, ada sisi lain dalam diri yang berkata, meredam amarah jauh lebih berharga, bersikap anggun lebih terhormat dalam menyelesaikan segala sesuatunya.

Terkadang dalam suatu permasalahan sering kita dipojokkan oleh siapapun dan jauh didalam diri ada rasa ingin membela diri. Namun, tidak selamanya pembelaan diri akan berbuah kedamaian.

Ada baiknya kita memilih mengalah dan berdiam demi sebuah kedamaian sembari menunggu saat terbaik untuk menjelaskan segala sesuatunya sambil membawa diri berdamai dengan dunia.
Pahit atau manis, itu adalah coretan indah dalam hidup (kelak) .

( Salam dari Kota kecil panas di pelosok bumi Borneo)😚

Minggu, 16 April 2017

Pasti Aku Selamat Karena Allahku Hidup

Selamat Paskah semuanya.

16 April 2017, Paskah kali ini terasa sedikit sepi bagiku namun hatiku sangat bahagia, meski tak sempurna.

Mengapa?

1. Papa entah sedang dimana, nomer hp nya tidak bisa ditelepon tidak tersambung. Biasanya, Paskah papa pasti pulang, tapi tahun ini nggak. Buat beda. Rumah sepi.

2. Adik, masih selesaikan studynya.  Yeeeiiiyyy.....! Beberapa minggu lagi bisa ketemu adik. Dia mau wisuda. Bahagia tapi tetep sepi. Paskah tanpa keluarga yang lengkap.

3. Tante, biasa kalau natal dan paskah pasti datang, tapi kali ini tante nggak di Indonesia. Aihhh... Makin sepi.

4. Pacar? Dia ada di kota lain. Kita kan LDR an. Ini paskah kedua kita , dan kita masih LDR an. Kangen dia, kangen pergi misa bareng, tapi sepertinya belum di izinkan sama Tuhan. Tuhan masih kasi kita jarak cukup jauh. Kami akan sabar menanti waktuMU Tuhan. Kangen....!

Jadiii,,,, Paskah tahun ini terasa sepi. Berdua dengan mama saja.

Paskah, diawali dengan hari Rabu Abu, itu bulan maret lalu. Setiap umat memulai masa pertobatan, masa berpantang dan berpuasa selama 40 hari.

Kemudian, setelah minggu prapaskah ke lima, kami memasuki Minggu Palma. Minggu Palma memperingati Yesus memasuki Kota Yerusalem dengan diiringi sorak sorai banyak orang dengan membawa daun palma dan bernyanyi memuji Tuhan.

Setelah Minggu Palma, kami memasuki hari Kamis Putih. Kamis Putih, merupakan perayaan Kasih, peringatan perjamuan terakhir Yesus bersama para RasulNYA. Pada Misa Kamis Putih, Romo atau Pastor akan membasuk kaki 12 Rasul, yang dipilih dari antara umat.

Selalu ada perasaan haru, sedih dan terenyuh menyaksikan Pastor membasuh dan mencium kaki. Terbayang akan Yesus dulu juga membasuh kaki para RasulNYA. Yesus mengajari para Rasul tentang apa itu melayani dengan ketulusan.

Saat Kamis Putih, sehabis misa, umat juga akan melakukan Tuguran / berjaga dengan berdoa. Sebagaimana Yesus mengajak muridNYA berdoa di taman Getsemani.

Kemudian, keesokannya, memasuki Jumat Agung. Yesus dihukum mati dengan disalibkan. Prosesi jalan salib terasa sangat melelahkan, namun kuberfikir, hanya begini saja aku manusia ini, sudah sangat kelelahan. Apalagi Yesus, yang memikul salib yang sangat besar dan berat, menuju puncak bukit Golgata, kemudian IA disalib. Terhina, dihina, dihukum meski IA tidak bersalah.

Tuhan, Apa sebabnya Kau panggul salib ke Golgata?

Karena dosa-dosaku. Karena IA ingin menyelamatkan umat manusia dari cengkraman dosa. Ia ingin , manusia ciptaanNYA kembali murni dan bebas dari belenggu dosa.

Kemudian, memasuki Sabtu Suci/Sabtu Sunyi. Dalam sehari ini, gereja tidak memberikan sakramen apapun kecuali pengurapan orang sakit dan pertobatan.

Gereja terasa sepi, sunyi, dan lengang. Salib besar masih dibungkus kain ungu. Ada rasa duka yang teramat mendalam.

Kemudian, memasuki Malam Paskah, biasa disebut Vigili Pertama. Dimulai dari perayaan api/cahaya suci. Lilin Paskah dinyalakan.

Bacaan dalam misa malam Paskah ada sebanyak 5 Bacaan.

Malam Paskah, aku diberi tugas sebagai doa Umat. Bersama barisan Para lektor / Petugas Bacaan. Selalu bahagia, setiap berada dialtar. Merasa sangat dekat dengan Yesus. Seolah ku bisa memeluknya. Jubah yang kukenakan terasa hangat, seolah dalam pelukanNYA.

Keesokannya, Horee!!! Selamat Paskah saudara semua. Kristus bangkit, Kristus mulia, Nyatakanlah dengan riang. Kristus pemenang jaya.

Kubur batu telah terbuka pintunya, kubur telah kosong. Dan Malaikat berkata bahwa IA telah bangkit! Bangkit  , mengalahkan maut!!

Aku memang sedih, saat Paskah ini tidak bersama semua orang yang kukasihi, namun aku percaya Yesus akan memberikan penghiburan bagu hatiku. Suatu hari nanti aku akan bersama dengan mereka untuk merayakan Paskah atau perayaan lainnya.

Papa, Selamat Paskah

Mama, Selamat Paskah

Tante, Selamat Paskah

Dedek, Selamat Paskah

Sayangku, Selamat Paskah

Aku mengasihi kalian semua.

Pasti

Aku

Hidup

Karena

Allahku

Hidup