Sabtu, 05 Mei 2018

Blokir dan Tentang Diriku

Lucu deh...
Saya kira saya yang blokir orang di FB, Di IG, di media sosial mana-mana. Lalu saya cek akun yg di blokir, lah kosong! Saya ga ada ngeblokir siapa siapa di fb ini , maupun di IG.
Ternyata saya yang di blokir orang.
Duh,,, semoga dengan memblokir membuat kedamaian hidupmu bertambah dan sukacita dihatiku tiada berkurang yaa... 
Hmm, gimana ya... Jadi pengen cerita dikit nih... Tentang diriku. Abisnya, orang yg ngebkokir saya adalah orang yg sama sekali gak tau apa-apa tentang saya. Mungkin dia tau beberapa hal tapi yang dia hanya tau kulitnya saya saja. Hati saya?? Dia tidak tahu.
Sebuah kalimat di komik menyadarkan ku, "jika kau membenci, dan sangat ingin membalas perbuatan jahatnya, itu sama saja seperti menggenggam bara api ditangan. Diri sendiri yang duluan terluka dan itu sangat menyakitkan."
So,,, meski belum sempurna, saya memilih jadi pemaaf ajalah. Jujur, sesekali tetap ada rasa pingin balas orang-orang yg udah jahat. Tapi ya ingat lagi, saya siapa sih sampe merasa punya hak buat membalas perbuatan orang lain?
Saya emang tipe yg frontal. Tapi , itu kejujuran.
Saya bisa meledak marah. Bisa juga bilang, fine saya ampuni, dan orang bisa aja gak akan mengerti mengapa saya demikian. Biarlah....
Inilah diriku. Aku tak perlu menjadi orang lain agar disukai.
Seorang teman ku, berkata, "Kak Het... Dulu waktu saya belom kenal kakak kayak sekarang, benci rada kesal lihat kakak. Judesnya minta ampun. Sombong gak mau ngomongin. Eh sekali nya kenal, gini rupanya."
Hahahhaa udah sering nemu kalimat gini dari teman.
Seorang Sahabatku, pernah berkata, kalau ia sangat kesal melihat ulahku yg kalo bicara kayak mobil balap ndak ada rem nya. Bahkan , saat dia pertama kali melihat gaya ku seperti orang selenge'an , dia kesal sekali. Apalagi kadang ku plinplan terhadap beberapa keputusan yg menurutku sepele tapi bagi orang lain mungkin serius.
inilah diriku apa adanya diriku. Maukah engkau jadi sahabatku? Jikalau pun tidak mau, tidak jadi masalah bagiku, karena menjadi teman tak harus selalu bersama.
Buat yang memblokir saya, makasih ya... Aku jadi tahu beberapa hal baru lagi karena sikapmu yang demikian, namun tiada amarah dihatiku saat ku menuliskan ini. Chinggu? Hehehehhe