Aku tidak perlu memakai narkoba untuk tahu itu berbahaya
Aku tak perlu merokok untuk tahu itu akan merusak paru-paru ku
Aku tak perlu mencicipi empedu untuk tahu kalau itu pahit
Aku tak perlu memakan kotoran untuk tahu itu tidak enak
Aku tak perlu menghisap sarang lebah untuk tahu madu itu manis
Tapi dari kehidupan orang lain, aku bisa belajar bahwa ada pahit dan manis dalam setiap lingkaran kehidupan.
Aku tidak perlu menjatuhkan diri kedalam sumur untuk tahu itu dalam.
Aku tidak perlu terbang untuk tahu langit itu jauh dan tinggi.
Aku tidak perlu mengukur untuk tahu gunung itu besar.
Aku tak perlu berenang untuk tahu samudera itu luas.
Begitu juga kehidupan, aku tidakak harus jadi orang tua dulu agar aku tahu bagaimana jadi orang tua. Aku bisa melihat semua orang tua, bertanya pada mereka, dan belajar dari mereka.
Aku tidak perlu membangkrutkan diri untuk tahu apa itu bangkit. Aku bisa melihat orang2 yang pernah bangkrut dan belajar dari setiap kesalahan dan kegigihan mereka untuk bangkit.
Itu sebabnya pepatah berkata, pengalaman adalah guru yang terbaik.
Bukan hanya pengalaman diri kita sendiri, namun pengalaman orang lain juga perlu kita jadikan guru yang terbaik.
Sejarah memang sudah berlalu. Namun, dari sejarah kita tahu bahwa keserakahan dan ketamakan akan selalu menghasilkan konflik, kebenaran akan selalu mengalahkan kecurangan.
Jika sudah demikian, mengapa kita tidak mau belajar dari itu semua?
Mengapa kita tidak mau memandang segala sesuatunya dari berbagai sudut pandang?
Dalam hidupku, sering aku ingin melibatkan diri dalam suatu pertengkaran. Namun, ada sisi lain dalam diri yang berkata, meredam amarah jauh lebih berharga, bersikap anggun lebih terhormat dalam menyelesaikan segala sesuatunya.
Terkadang dalam suatu permasalahan sering kita dipojokkan oleh siapapun dan jauh didalam diri ada rasa ingin membela diri. Namun, tidak selamanya pembelaan diri akan berbuah kedamaian.
Ada baiknya kita memilih mengalah dan berdiam demi sebuah kedamaian sembari menunggu saat terbaik untuk menjelaskan segala sesuatunya sambil membawa diri berdamai dengan dunia.
Pahit atau manis, itu adalah coretan indah dalam hidup (kelak) .
( Salam dari Kota kecil panas di pelosok bumi Borneo)😚
Tidak ada komentar:
Posting Komentar