Selamat Paskah semuanya.
16 April 2017, Paskah kali ini terasa sedikit sepi bagiku namun hatiku sangat bahagia, meski tak sempurna.
Mengapa?
1. Papa entah sedang dimana, nomer hp nya tidak bisa ditelepon tidak tersambung. Biasanya, Paskah papa pasti pulang, tapi tahun ini nggak. Buat beda. Rumah sepi.
2. Adik, masih selesaikan studynya. Yeeeiiiyyy.....! Beberapa minggu lagi bisa ketemu adik. Dia mau wisuda. Bahagia tapi tetep sepi. Paskah tanpa keluarga yang lengkap.
3. Tante, biasa kalau natal dan paskah pasti datang, tapi kali ini tante nggak di Indonesia. Aihhh... Makin sepi.
4. Pacar? Dia ada di kota lain. Kita kan LDR an. Ini paskah kedua kita , dan kita masih LDR an. Kangen dia, kangen pergi misa bareng, tapi sepertinya belum di izinkan sama Tuhan. Tuhan masih kasi kita jarak cukup jauh. Kami akan sabar menanti waktuMU Tuhan. Kangen....!
Jadiii,,,, Paskah tahun ini terasa sepi. Berdua dengan mama saja.
Paskah, diawali dengan hari Rabu Abu, itu bulan maret lalu. Setiap umat memulai masa pertobatan, masa berpantang dan berpuasa selama 40 hari.
Kemudian, setelah minggu prapaskah ke lima, kami memasuki Minggu Palma. Minggu Palma memperingati Yesus memasuki Kota Yerusalem dengan diiringi sorak sorai banyak orang dengan membawa daun palma dan bernyanyi memuji Tuhan.
Setelah Minggu Palma, kami memasuki hari Kamis Putih. Kamis Putih, merupakan perayaan Kasih, peringatan perjamuan terakhir Yesus bersama para RasulNYA. Pada Misa Kamis Putih, Romo atau Pastor akan membasuk kaki 12 Rasul, yang dipilih dari antara umat.
Selalu ada perasaan haru, sedih dan terenyuh menyaksikan Pastor membasuh dan mencium kaki. Terbayang akan Yesus dulu juga membasuh kaki para RasulNYA. Yesus mengajari para Rasul tentang apa itu melayani dengan ketulusan.
Saat Kamis Putih, sehabis misa, umat juga akan melakukan Tuguran / berjaga dengan berdoa. Sebagaimana Yesus mengajak muridNYA berdoa di taman Getsemani.
Kemudian, keesokannya, memasuki Jumat Agung. Yesus dihukum mati dengan disalibkan. Prosesi jalan salib terasa sangat melelahkan, namun kuberfikir, hanya begini saja aku manusia ini, sudah sangat kelelahan. Apalagi Yesus, yang memikul salib yang sangat besar dan berat, menuju puncak bukit Golgata, kemudian IA disalib. Terhina, dihina, dihukum meski IA tidak bersalah.
Tuhan, Apa sebabnya Kau panggul salib ke Golgata?
Karena dosa-dosaku. Karena IA ingin menyelamatkan umat manusia dari cengkraman dosa. Ia ingin , manusia ciptaanNYA kembali murni dan bebas dari belenggu dosa.
Kemudian, memasuki Sabtu Suci/Sabtu Sunyi. Dalam sehari ini, gereja tidak memberikan sakramen apapun kecuali pengurapan orang sakit dan pertobatan.
Gereja terasa sepi, sunyi, dan lengang. Salib besar masih dibungkus kain ungu. Ada rasa duka yang teramat mendalam.
Kemudian, memasuki Malam Paskah, biasa disebut Vigili Pertama. Dimulai dari perayaan api/cahaya suci. Lilin Paskah dinyalakan.
Bacaan dalam misa malam Paskah ada sebanyak 5 Bacaan.
Malam Paskah, aku diberi tugas sebagai doa Umat. Bersama barisan Para lektor / Petugas Bacaan. Selalu bahagia, setiap berada dialtar. Merasa sangat dekat dengan Yesus. Seolah ku bisa memeluknya. Jubah yang kukenakan terasa hangat, seolah dalam pelukanNYA.
Keesokannya, Horee!!! Selamat Paskah saudara semua. Kristus bangkit, Kristus mulia, Nyatakanlah dengan riang. Kristus pemenang jaya.
Kubur batu telah terbuka pintunya, kubur telah kosong. Dan Malaikat berkata bahwa IA telah bangkit! Bangkit , mengalahkan maut!!
Aku memang sedih, saat Paskah ini tidak bersama semua orang yang kukasihi, namun aku percaya Yesus akan memberikan penghiburan bagu hatiku. Suatu hari nanti aku akan bersama dengan mereka untuk merayakan Paskah atau perayaan lainnya.
Papa, Selamat Paskah
Mama, Selamat Paskah
Tante, Selamat Paskah
Dedek, Selamat Paskah
Sayangku, Selamat Paskah
Aku mengasihi kalian semua.
Pasti
Aku
Hidup
Karena
Allahku
Hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar