Minggu, 24 Juli 2016

TERPENJARA

Siapa pemilik tubuh ini? -saya
Siapa pemilik emosi ini? -saya
Siapa pemilik tawa ini? -saya
Siapa pemilik tangis ini? -saya
Siapa pemilik amarah ini? -saya
Siapa pemilik pikiran ini? -saya
Siapa pemilik diri ini? -saya

Lalu mengapa , mengapa sulit sekali diri ini untuk mengungkapkan setiap rasa ini? Mengapa sulit sekali untuk mengeluarkan setiap emosi yang ada? Saya ingin menangis disaat ingin menangis, tetapi mengapa harus berpura-pura tegar dan tertawa?
Saya ingin tertawa lalu mengapa saya harus menahan tawa hanya secukup senyum simpul saja?
Saya ingin mengungkapkan segala nya dengan selepas-lepasnya, dengan sebebasnya, lalu mengapa seolah ada penjara di diri ini yang membuat saya sedikit pun tidak bisa mengungkapkan semua ini?

Tak jarang diri ini bertanya, kapankah akan bisa selepasnya, sebebasnya?
Inginku merdeka dalam kebebasan yang absolut tanpa harus terkungkung dalam penjara abstrak yang menyakitkan ini?

Tak jarang, ingin membagi semua emosi ini kepada orang-orang terdekat namun mereka selalu berkata ,

"Ada apa denganmu? Kami tidak mengenalmu jika kau bersikap demikian. Kau bukan kau yang kami kenal jika kau bertingkah demikian. kau yang kami kenal adalah sosok yang hebat, tak pernah bertingkah terluka dan menyedihkan seperti ini."

Mengapa diri ini semudah itu di cap "Kuat, Tegar, Hebat, Sempurna, Pintar, Cerdas."

Ada kalanya saya ingin hidup seperti orang lain yang bisa berkata bebas, bersikap sesuai isi hati mereka, tapi mengapa sulit?

entahlah

Kuberharap , Tuhan tetap mau menjadi tempatku bersandar dikala saya ingin menjadi sebebasnya.

(Dibawah rintik hujan di bulan Juli)
-Setetes air mata-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar