Minggu, 05 Juni 2016

She is....

She is my beautiful

"Aku mencintaimu selalu, dan selalu dan selalu karena semua tidak akan pernah berubah meski langit telah menjadi kelabu" -Mz.Mitha-

Sepuluh tahun tidak bersama, tidak memeluknya, tidak memakan makanan yang di masak olehnya, tidak mendengar omelannya yang terkadang sangat menusuk, tidak di temani belajar olehnya,,,

Hingga akhirnya aku kembali dan bersamanya. semua terasa aneh. hidupku yang terbiasa sendiri, terbiasa berjuang sendiri, terbiasa menyiapkan segalanya sendiri, terbiasa menghadapi rasa sakit sendiri, terbiasa tegar sendiri, terbiasa menghapus air mata sendiri, hingga terbiasa merasakan tusukan jarum sendiri tanpa rasa takut, 

kini semua itu kuhadapai bersama nya. dia menggenggam tangan ku, memelukku, memasak untukku, menyediakan segala nya untukku dan berkata,

"karena kamu Tuan Putri bagi ku."

aku kembali membiasakan diri untuk di atur olehnya, di manjakan olehnya, dikuasai oleh cintanya yang berlimpah ruah terhadapku setiap harinya.

disaat kusedang bekerja, saat ku sedang mengajar di kelas, ia akan datang dengan kantongan di tangannya dan bisa ku tebak apa isinya.

makan siang untukku.

Ia akan mengantarkannya ke kelas ku, mengetuk pintu kelas, dan tersenyum terhadapku. Aku menghentikan proses belajar sesaat, menghampirinya di pintu dan menyambutnya , kusadari semua muridku memandang pada kami, ah,,, aku tidak peduli. Dia datang untukku, untuk membawakan ku makan siang,

Aku tahu, sehabis ini akan ada beberapa teman guru akan sedikit membuat joke padaku di kantor. tidak apalah. itu karena mereka iri padaku.

Setelah itu, ia akan pergi dengan segudang pesan. percayalah , sore aku akan kembali bertemu dengannya tapi ia selalu khawatir atasku.

Ah,,, biarlah begitu selama itu bisa membuatnya bahagia.

Quality time bersamanya selalu menyenangkan. Pergi makan mie bersama dengannya di pasar dan ia selalu memaksa untuk membayar meski ia tahu aku memiliki cukup uang untuk membayar semua makanan yang kami makan.

Sekali lagi, biarlah, selama itu dapat membuatnya bahagia. Melihatnya tersenyum karena aku menurutinya itu sudah menyenangkan hati. Senyumnya seakan dapat mendamaikan dunia , surga dan neraka sekaligus.

Setiap pagi, jika ku ada kesempatan, aku suka memeluknya dari belakang dan berkata ,"gendong aku seperti dulu..." dan ia akan bertindak seolah ingin mengangkatku.

Tubuhnya menua, dan aku lebih tinggi darinya, lebih berat, dan pasti tidak akan mungkin lagi menggendongku. karena saat aku kelas 5 SD pun , ia sudah kesulitan menggendongku.

Tapi aku suka sekali berada di punggungnya berlama-lama karena sangat hangat, memeluknya sambil menyandarkan kepalaku di tengkuknya dan menutup mata barang sejenak.

Ya,,, aku merasa kembali bertenaga jika sudah dalam keadaan seperti ini.
Mood booster . Ya... begitulah bahasa sederhananya. ia memang selalu yang terbaik dari yang baik adanya.

Saat ulang tahunnya, 21April, sengaja membuat sedikit kejutan kecil baginya, ah ia malah memarahiku karena membuang uang dengan membelikannya hadiah , katanya saat itu.
Tapi ia tetap meniup lilin ulangtahunnya dan tersenyum dengan mata berbinar.

Dan ia jarang sekali memakai hadiah dariku, alasannya agar tidak cepat rusak. Ha...Ha...Ha... bahkan rusak pun masih bisa di ganti, dan aku tak akan berkecil hati untuk menggantinya.

Tapi sekali lagi ia mengajariku bagaimana cara menghargai dengan caranya.

Ia bukan wanita yang jenius, bukan yang berpendidikan tinggi, bukan juga wanita sosialita. Ia hanya seorang wanita sederhana dengan hati yang kaya, jiwa yang megah, dan pikiran yang sangat kuno. Tetapi ia selalu jadi yang terbaik, terbaik dan selamanya akan jadi yang terbaik!!

Pagi ini,,,, saat aku sedang menulis ini semua tentangnya,,, ia baru saja kembali mencoba menggendongku sambil tertawa dan ia berkata,

"Kamu berat... oh ya apa kau sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk perjalananmu?"

Aku hanya berdehem sejenak dan tetap memeluknya, merasakan kedamaian surga, dan menikmati waktuku dengan keadaan yang indah adanya ini.

Harum telur goreng menusuk hidungku, menggoda perutku, dan siap menggoyang lidahku, ah... ada baiknya aku segera ke dapur.

Ahhh.... engkau pasti bingung siapa wanita itu? seharusnya tanpa ku katakan engkau sudah harus tahu siapa yang ku maksud kawan ...

Ya ..... Engkau benar sekali!!
Dia Ibuku, Mamaku, Bunda tercantikku.

Dari pelosok Kalimantan, kukirim sejuta sukacita untuk semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar