Melompat Bersama Viany
(Sabtu, 2 April 2016)
------------------------
Dia gadis kecil yg mungil. Sering memanggilku dan tersenyum padaku. tak jarang sesekali aku suka menggodanya dan ia akan tersenyum padaku.
Terkadang saat ia pulang les dari rumah gurunya, ia sering menunggu ayahnya di rumahku. Duduk di teras rumah dan kadang ikut masuk ke rumah sambil melihat temannya yg sedang belajar di rumah.
Aku jatuh hati padanya yang lucu, manis dan unik. Seperti malaikat unik.
Saat pelajaran olahraga kemarin, ia menatap nanar segitiga loncatan. sambil menggeleng pasrah ia menatap ku.
Dan berguman kecil,
"saya tak bisa"
meski lafal pengucapannya sangat sulit ku dengar tapi aku mengerti apa yg dia sampaikan.
lalu ku sambut kedua tangannya dan berkata,
"ini bukan apa-apa bagimu. kamu bisa. ayo ibu bantu."
Dengan berdiri di belakangnya, ku pegang kedua tangan mungilnya, sambil menghitung,
one,,, twoo... jump!!!!
ia meloncat dengan sangat mudah. ia menumpukan kepercayaan dalam genggaman tangannya yg erat pada tangan ku. loncatan demi loncatan berhasil ia loncati .
saat membantunya meloncat, secercah ku merasa ada sedikit luka dalam hatiku yang berhasil aku sembuhkan.
ia mengajariku untuk percaya, percaya kepada orang yang menawarkan bantuan, genggam tangannya, meloncatlah dengan tinggi, dan berhasillah.
saat loncatan terakhir, ia terlihat tersenyum puas.
aku mengerti ketakutannya di awal. tinggi segitiga loncatan itu hampir sama tingginya dengan tubuh mungil nya.
tapi saat aku menawarkan kedua tangan ku, ia tanpa ragu meloncat dan terus meloncat.
bukan kah itu indah?
Demikian juga Allah.
Mengulurkan tangan kasih NYA utk membantu kita
Semua pilihan ada pada kita
Untuk memilih meloncat tinggi bersama Allah atau menjauhi Allah dan terus merasa takut.
selamat hari minggu kerahiman
Allah beserta kita semua.
*Ketika kisah menjadi kasih*
Nice blog ito.
BalasHapusMelipir kesini ito alexrichardo.blogspot.com
terima kasih ito. baik ito pasti akan bertandang ke blog ito. :-)
BalasHapus