(Memori Tahun 2008)
Minggu sore, saat aku terjaga dengan kehadiran
seseorang yang telah lama tak kulihat. Aku terpana
dengan sosok hadirnya yang bagai sinar hangat mentari yang menghangatkan jiwa. Ayah,,,
datang!!!
Aku tak menyangka, ini sangat ,’wah’ buatku. Memang sesungguhnya telah di
katakan padaku jika beliau akan datang. Tapi tak ku sangka. Ini tidak mimpi!!
Aku sadar sekarang. Bukan sedang mabuk, atau pusing karena saki kepala.
Hmmmm..seorang yang kita sadrkah ketika kita sangat mengharapkan seseorang
untuk datang dan ternyata dia hadir, perasaan seakan tak terlukiskan betapa
bahagianya.
Tapi ada yang aneh,,, ayah terlihat tua, dengan rambut yang
semakin’sedikit’ botak, tubuh yang seakan mulai menua, ah.... ini kah ayah ku??
(ada keraguan dalam hati). Tapi ada satu hal yang meyakinkan hati, yaitu SENYUM
AYAH!!! Masih sama sepeti dulu, 4 tahun yang lewat. Tak berubah sedikit pun,
tetap hangat, ramah, dan bersahabat. Dengan ciri khas tersendiri yang
memngingatkan ku kembali akan senyum ayah sewaktu ku kecil dulu. Senyum yang
menemani ku hingga ku dewasa. Aku mengingat, senyum inilah yang menghibur
ketika tersa takut, sedih, kecewa, dan marah.
Hangat, inilah senyum ayahku. Mungkin semua orang punya cerita sendiri
tentang senyum ayah mereka. Tapi aku ingin katakan bahwa senyum ayah ku lah hyang
paling , paling, paling, hangat dan ramah. Senyum ayah membuatku merasa akulah
seorang putri yang paling beruntung di dunia ini.
Tapi kehadiran ayah membuatku lebih banyak berdiam diri. Jangan tanya
mengapa, karena aku pun tak tak tahu jawaban nya. Aku ingin bercerita banyak
dengan ayah, tapi aku tak tahu harus dari mana untuk memulainya. Aku ingin
bercerita tentang teman-teman ku, studi ku, bahkan aku ingin menceritakan
betapa tidak menyenangkan hidup ku akhir-akhir ini. Tapi bagaimana cara untuk
memulianya???
Akhirnya aku memutuskan untuk tidak berkata apa-apa. Hingga ayah pulang,
aku hanya terdiam dan hanya memandangi
wajah ayahku. Aku hanya bicara seperlunya, menjawab jika di tanya, dan kembali
terdiam. Tapi aku yakin ayah pasti tahu isi hati ku kalau aku sangat menyayangi
dan mengagumi ayah. Dan yang terpenting, aku sangat menghormati ayah. Ayah,,,
kita mungkin adalah ayah dan anak, tapi kita jugu adalah sahabat terbaik
sepanjang masa.
With love,,,,,
Ananda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar