LITURGI PERAYAAN NATAL
WRITING BY :Mitha Orchidrose
West Borneo, 2015-11-08
LITURGI PENCIPTAAN
Alfa dan Omega. “Akulah Alfa dan Omega, yang pernah,
sekarang dan selamanya ada,” {Wahyu 1, 8 }. Awal dan akhir yang
bersatu, tiada waktu diantaranya. Inilah hidup ilahi, sumber dan sekaligus
tujuan semua orang. Dalam Allah kita hidup, kita berakar, kepadaNYA kita
menuju. Tiada yang dapat memungkiri hal ini, tidak satupun ilmu pengetahuan
dapat membuktikan ini karena Ia melampaui segala akal dan pikiran . Namun sejak
itulah cintaNYA yang agung ada.
Diawali oleh Kegelapan menyelimuti seluruh yang ada. Ia menjadikan
segalanya menjadi ada dan baik adanya. Maka terciptalah suatu kisah penciptaan
yang ajaib, penuh kekaguman yang oleh dunia yang selalu menjadi suatu
perdebatan.
-
Kejadian
1 : 1
-
Kejadian
1 : 2
-
Kejadian
1 : 3-4
-
Kejadian
1 : 5
-
Kejadian
1 : 6
-
Kejadian
1 : 7
-
Kejadian
1 : 8
-
Kejadian
1 : 9-10
-
Kejadian
1 : 11
-
Kejadian
1 : 14
-
Kejadian
1 : 20 & 22
-
Kejadian
1 :24
-
Kejadian
1 : 26
-
Kejadian
1 : 28
Lihatlah, segalanya adalah baik adanya. Ia memberikan segalanya untuk
manusia. Segala isi bumi untuk manusia. Perintah untuk berkembangbiak, beranak
cucu, menguasai dan menaklukkan seluruh isi bumi telah Ia berikan kepada
manusia yang Ia ciptakan seturut dengan gambaran wajahNYA. NAMUN, Ia memerintahkan bahwa buah pengetahuan baik
dan jahat hendaknya jangan manusia itu makan!! Inilah perintahNYA.
Lalu semua ciptaanNYA hidup dalam keadaaan baik-baik saja. Semua indah
adanya.
*(musik atau lagu)*
LITURGI KEJATUHAN DALAM DOSA
Dosa. Dosa adalah suatu pelanggaran terhadap akal budi, kebenaran dan hati nurani yang baik. Dosa tidaklah hanya sebatas perbuatan. Tetapi dosa adalah perkataan, perbuatan, dan keinginan yang bertentangan dengan hukum abadi. Dosa merupakan suatu penghinaan terhadap Allah, pemberontakan terhadap kasih Allah kepada manusia, dan membalikkan hati manusia dari Allah. Dosa adalah suatu keangkuhan dan ketidaktaatan kepada Allah.
KISAH KEJATUHAN :
-
Ada pun si ular cerdik adanya. Ia begitu cerdik
dari segala binatang yang ada. Ia menghampiri Hawa, dan berkata,”makanlah buah
pengetahuan yang baik dan buruk itu, maka engkau akan menjadi serupa dengan
Allah.”
-
Lalu Hawa menjawab,”tidak! Jika aku memakan buah
itu, maka aku akan mati.”
-
Ular itu tidak kehilangan akal. Ia kembali
berkata,”sekali-kali engkau tidak akan mati.”
-
Hawa melihat buah itu begitu baik untuk di
makan. Lalu ia memakannya serta memberikannya kepada Adam, suaminya.
-
Seketika itu juga, terbukalah mata mereka.
Mereka menyadari bahwa mereka telanjang. Lalu mereka menyemat daun ara sebagai
penutup bagi tubuh mereka. Mereka begitu takut. Mereka berlari dan bersembunyi
dari Allah.
-
(Tuhan) : “Adam! Dimanakah engkau?” .
-
Dibalik persembunyiannya Adam menjawab,”ketika
aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku
telanjang, sebab itu aku bersembunyi,”
-
(Tuhan) : “siapakah yang memberitahukanmu bahwa
engkau telanjang? Apakah Engkau makan dari buah pohon yang kularang engkau
makan?”
-
“Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah
yang memberi dari buah pohon itu kepadaku maka kumakan.” Sahut adam
-
Perempuan itu menjawab,”ular itu memperdayakan
aku, maka ku makan.”
-
(Tuhan) : KEJADIAN 3 : 14 – 19
Akar dosa terletak pada hati manusia. Dosa memang selalu menghantui
dan membayangi kehidupan manusia. Dosa memisahkan kita manusia dari Allah. Dosa
membuat kita terikat kepada maut. Dosa menghancurkan relasi manusia dengan
Tuhan.
KEHIDUPAN MANUSIA SETELAH
KEJATUHAN DOSA
Bumi kembali gelap. Bukan karena tidak ada penerang atau bintang di
langit atau bulan atau matahari. Tetapi bumi menjadi gelap karena gelapnya hati
manusia. Kegelapan hati manusia bagai kegelapan di malam gulita tiada penerang.
Tiada harapan. Tiada impian. Tiada celah sedikitpun. Hati manusia penuh dengan
kebencian, kesombongan, keangkuhan, tinggi hati, iri hati, dengki, dendam,
kemarahan, egois, keserakahan dan banyak kehancuran yang terjadi di bumi yang
Tuhan ciptakan yang pada awalnya adalah baik.
-
Dosa menjadi suatu jerat yang mematikan.
Lihatlah kawan, korupsi akibat keserakahan ada dimana-mana. Uang menjadi
segalanya bagi manusia. Segala sesuatu di ukur menggunakan uang. Menggunakan
-
jabatan untuk memenuhi isi pundi-pundi harta
diri sendiri. Mengabaikan amanah. Mengabaikan tanggung jawab. Mengabaikan
jeritan rakyat. Para pejabat dari tingkat pemerintahan kota hingga desa, semua
terlihat begitu acuh akan tanggung jawabnya. Sibuk mengisi dompet masing-masing.
-
Bahkan
untuk suatu hubungan kekeluargaan pun diukur dari jumlah harta dan materi yang
di miliki oleh seseorang. Lihatlah saudaraku, simiskin tidak diakui sebagai
keluarga hanya karena ia tidak memiliki materi yang cukup. Kerabatnya yang lain,
memilih menutup mata atas keadaan keluarga mereka yang kesusahaan karena tidak
ingin direpotkan atau dipintai bantuan. Itu dikarenakan dosa asal manusia yang
masih berakar di hati. Keserakahan. Keangkuhan. Keegoisan.
-
Saudara ku terkasih, banyak lagi akibat dosa.
Lihatlah para suami. Merasa dia adalah pemimpin terkuat dan tidak terbantahkan
dalam keluarga. Dengan keangkuhannya, para suami yang juga adalah seorang ayah,
terkadang lupa apa yang menjadi tanggungjawabnya di keluarganya. Ia sibuk
dengan dirinya sendiri. Pergi kumpul bersama teman-temannya, membiarkan istri
bekerja banting tulang sendirian untuk menafkahi anak-anak. Para suami
sekaligus para ayah hanya memikirkan diri sendiri. Tidak mau bekerja sama
dengan istri. Keangkuhan mengalahkan manusia.
-
Para istri. Yang juga adalah ibu. Lihatlah,
begitu sibuknya akan pekerjaan, karir, dan hanya memikirkan dirinya sendiri.
Merasa dengan menghasilkan uang banyak dia sebagai istri dan juga ibu akan
mendapat penghormatan. Tak jarang seorang istri memerintah bagai ratu kepada
suaminya. Tak jarang seorang ibu melepaskan tanggungjawab mendidik
anak-anaknya. Kesombongan, keangkuhan, keegoisan.
-
Dijaman moderen ini, lihat berapa banyak
anak-anak yang mati sia-sia?? Perih hati melihat masa muda mereka hilang dan
terbuang sia-sia karena ketiadaan tanggung jawab terhadap diri sendiri serta
tiadanya rasa takut akan Tuhan. Lihatlah, ada berapa anak yang diberitakan di
media memperlakukan orangtuanya dengan kasar bahkan tak jarang menghilangkan
nyawa orang tuanya hanya demi materi. Lihatlah berapa anak yang putus sekolah?
Berapa anak yang mati sia-sia karena narkoba dan lain sebagainya? Dosa menghantar
anak manusia kepada kehancuran dan keterpurukan. Dosa telah melempar kita jauh
kedasar jurang yang gelap pekat dan menakutkan.
-
Kehidupan sosial yang semakin memburuk.
Terjadinya kesenjangan sosial, terjadinya konflik akibat perbedaan suku, agama,
warna kulit, warna rambut, iman kepercayaan juga mengikis kehidupan sosial
manusia di jaman ini. Lihat saudaraku, berapa orang yang saling bunuh hanya
karena perbedaan? Lihat berapa kolompok yang saling menyakiti satu sama lain
karena kesenjangan sosial? Hitung saudara berapa kali kita sehari berucap buruk
tentang orang lain? Sikaya begitu di agung-agungkan, sementara si miskin di
kucilkan. Begitu mudah kita terprovokasi oleh si iblis seperti Hawa yang begitu
mudah terhasut oleh si ular.
-
Kehidupan alam pun terasa tidak bersahabat.
Lihat saudaraku, berapa lama kita terkungkung dalam asap karena kebakaran lahan
yang disebabkan oleh keserakahan manusia?? Hitung berapa bayi dan orang dewasa yang
menderita ISPA karena asap? Lihat berapa keluarga yang kehilangan rumah karena lumpur,
banjir, tanah longsor dan kebakaran? Semua karena keserakahan manusia yang
selalu tidak pernah merasa puas.
-
Saudaraku, dosa membuat kita jauh dari Tuhan.
Dosa membuat kita lupa untuk mencari Tuhan. Dosa membuat kita tidak sadar bahwa
manusia lain juga memerlukan uluran tangan kita. Dosa membuat kita jauh dari
cinta kasih.
LITURGI KELAHIRAN YESUS,
KARYA PENYELAMATAN
Tuhan firman dalam Yeremia 31 : 3, “Aku mengasihi engkau dengan kasih
yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-KU kepadamu.”
Lagu
: Ada Ampun Bapa
Anak ku bungsu pergi
ke negri orang
Tinggallah Bapanya
mengeluh
Akhirnya habislah uang
dan barang
Hidupnya dalam susah
terus
Reff : Pulanglah anak ku
Bapa rindu,berseru
Pulanglah hai anakku
Ada ampun Bapa bagimu
Hidupmu telah cemar
lagipun hina
Lihat jalanmu sudah
sesat
Pulanglah segera
jangan kau tunda
Ada ampun Bapa bagimu
Bagai sibungsu, kita di panggil pulang oleh Bapa. Sebagai
anak yang hilang kita telah di panggil Bapa pulang kembali kepadaNYA. Bapa yang
penuh kasih telah memberikan pengampunan bagi kita anak-anakNYA yang telah
mengkhianatiNYA, melukai hatiNYA.
Melalui para nabi, Allah memberikan jalan perdamaian,
pertobatan. Namun karena kedegilan hati manusia, banyak yang tidak mau
mendengar. Maka, karena begitu besar kasih Allah akan dunia, IA mengutus
putraNYA yang tunggal untuk datang langsung kedunia, untuk menebus dosa-dosa
manusia.
-
Malaikat Gabriel di utus Tuhan untuk
menemui Maria, seorang perempuan yang tulus hati yang bertunangan dengan Yosef
seorang tukang kayu. “Salam hai engkau yang di karuniai, Tuhan menyertai
engkau. Jangan takut hai Maria, sebab engkau berolah kasih karuniadi hadapan
Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahitkan seorang anak
laki-laki dan hendaklah engkau menamai dia Yesus.ia akan menjadi besar dan akan
di sebut anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan
kepadaNya tahta Daud, bapa leluhurnya, dan Ia akan menjadi Raja atas kaum
keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-NYA tidak akan berkesudahan.
Roh Kudus akan turun atas mu, dan Kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi
engkau, sebab itu anak yang akan kau lahirkanakan disebut kudus, Anak Allah.”
-
Lalu jawab Maria,”Sesungguhnya aku ini
adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
*(dapat diselingi dengan lagu)*
-
Lukas
2 : 1 - 3
-
Lukas
2 : 4 - 5
-
Lukas
2 : 6 – 7
*(dapat diselingi dengan lagu)*
-
Lihatlah Raja Damai telah lahir dalam
kesederhanaan, di palungan yang di hangatkan oleh jerami, dininabobokan oleh
suara hewan ternak di kandang, yang di balut lampin yang di penuhi oleh kasih
ibunda, dimalam yang dingin dimana banyak orang menolak untuk memberikan
tumpangan.
-
Seperti kita manusia di jaman ini.
Tuhan sering mengetuk hati kita, Tuhan sering ingin masuk kedalam hati kita,
Tuhan ingin bersama kita, namun karena kebebalan hati kita, karena keegoisan
kita manusia, kita tidak mendengar ketukan Tuhan di hati kita. Atau mungkin
kita ada mendengar, tapi kita terlalu angkuh untuk membuka hati kita, kita
terlalu sombong untuk mengakui bahwa kita manusia lemah, kita terlalu tinggi
hati untuk berserah kepadaNYA.
-
Lalu siapa yang mendengar ketukanNYA? Siapa
yang mau bersukacita karenaNYA? Ya,,,, mereka kaum papa, kaum miskin, yang
terlantar, yang tidak dianggap oleh sebahagian orang, yaaa,,,, merekalah yang
berbahagia untuk bertemu, dan menyambut bayi mungil Yesus kedalam hati mereka
sehingga mereka yang terkucilkan beroleh sukacita dan karunia dari Ilahi.
-
Para gembala di padang, di malam gelap
yang penuh bintang, datang bersujud menyembah, bergembira dan bersukacita
berlari menuju kandang dan berlutut menyembah Sang Juru Selamat yang mereka
nantikan yang mereka imani akan menyelamatkan mereka.
-
Tiga raja dari timur, merendahkan hati,
berjalan mengikuti petunjuk sang bintang untuk menemui Raja yang baru lahir.
Mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Kerendahan hati seperti inilah yang
sangat kita perlukan saat ini. Untuk dapat bersukacita, bersyukur dan berdamai.
-
Tuhan tidak melihat rupa, tidak
memandang siapa kita di hari yang lali, tapi Tuhan merindukan kita semua untuk
kembali padaNYA. Meski dosa merah seperti kirmizi, tapi Tuhan tetap memanggil
kita pulang, IA mengasihi kita tanpa syarat, meninggalkan tahta-NYA dan turun
kedunia untuk menyelamatkan umat manusia yang sangat di kasihi NYA. cintaNYA
yang tidak bersyarat telah menyelamatkan kita manusia. Kita sudah di tebus.
Kita sudah selamat karena karya penyelamatanNYA yang agung. Hendaklah langit
bersukacita, dan bumi bersorak sorai, di hadapan wajah Tuhan karna IA sudah
datang.
*(lagu Gloria in Excelesis Deo,
atau lagu yang serupa)*
LITURGI PUJI-PUJIAN
(DAPAT DI GANTI DENGAN LAGU)
-
Lihatlah hai manusia kasih Tuhan bagi mu, sudah
datang yang di nanti, lihat Putra Ilahi, sambutlah Sang Kristus Raja, Utusan
Allah Bapa, pintu surga telah terbuka, selamatlah manusia, Hosana Raja Surgawi
-
Marilah kawan datang menghadap Yesus Penebus,
marilah kita bawa hati kita , berserah kepada Sang Raja Damai, Sang Juru
Selamat.
-
Kusujud di palunganMU Yesusku Penebusku, biarkan
aku berlutut , menyembah Engkau dengan
hati bertelut.
-
Bersuka dan bergembiralah, hai umat manusia,
lihatlah cinta Ilahi, sadarlah akan dosa, ingatlah segala salah, karena Yesus
telah datang meminta hatimu, marilah bersembah sujud dengan kerendahan hati.
-
Raja Damai MahaJaya TahtaMU tidak akan runtuh,
laksana Surya abadi SinarMU tidak kunjung padam.
-
GLORIA IN EXCELSIS DEO
MERRY CHRISTMAS
AND
HAPPY NEW YEAR
AND
HAPPY NEW YEAR
WRITING BY :Mitha Orchidrose
2015-11-08
2015-11-08
Tidak ada komentar:
Posting Komentar