Rabu, 09 Maret 2016

LITURGI PERAYAAN NATAL

LITURGI PERAYAAN NATAL 
WRITING BY :Mitha Orchidrose
West Borneo, 2015-11-08


LITURGI PENCIPTAAN

Alfa dan Omega. “Akulah Alfa dan Omega, yang pernah, sekarang dan selamanya ada,” {Wahyu 1, 8 }. Awal dan akhir yang bersatu, tiada waktu diantaranya. Inilah hidup ilahi, sumber dan sekaligus tujuan semua orang. Dalam Allah kita hidup, kita berakar, kepadaNYA kita menuju. Tiada yang dapat memungkiri hal ini, tidak satupun ilmu pengetahuan dapat membuktikan ini karena Ia melampaui segala akal dan pikiran . Namun sejak itulah cintaNYA yang agung ada.
Diawali oleh Kegelapan menyelimuti seluruh yang ada. Ia menjadikan segalanya menjadi ada dan baik adanya. Maka terciptalah suatu kisah penciptaan yang ajaib, penuh kekaguman yang oleh dunia yang selalu menjadi suatu perdebatan.

-          Kejadian 1 : 1
-          Kejadian 1 : 2
-          Kejadian 1 : 3-4
-          Kejadian 1 : 5
-          Kejadian 1 : 6
-          Kejadian 1 : 7
-          Kejadian 1 : 8
-          Kejadian 1 : 9-10
-          Kejadian 1 : 11
-          Kejadian 1 : 14
-          Kejadian 1 : 20 & 22
-          Kejadian 1 :24
-          Kejadian 1 : 26
-          Kejadian 1 : 28

Lihatlah, segalanya adalah baik adanya. Ia memberikan segalanya untuk manusia. Segala isi bumi untuk manusia. Perintah untuk berkembangbiak, beranak cucu, menguasai dan menaklukkan seluruh isi bumi telah Ia berikan kepada manusia yang Ia ciptakan seturut dengan gambaran wajahNYA. NAMUN,  Ia memerintahkan bahwa buah pengetahuan baik dan jahat hendaknya jangan manusia itu makan!! Inilah perintahNYA.

Lalu semua ciptaanNYA hidup dalam keadaaan baik-baik saja. Semua indah adanya.

*(musik atau lagu)*




LITURGI KEJATUHAN DALAM DOSA

Dosa. Dosa adalah suatu pelanggaran terhadap akal budi, kebenaran dan hati nurani yang baik. Dosa tidaklah hanya sebatas perbuatan. Tetapi dosa adalah perkataan, perbuatan, dan keinginan yang bertentangan dengan hukum abadi. Dosa merupakan suatu penghinaan terhadap Allah, pemberontakan terhadap kasih Allah kepada manusia, dan membalikkan hati manusia dari Allah. Dosa adalah suatu keangkuhan dan ketidaktaatan kepada Allah.

KISAH KEJATUHAN :
-          Ada pun si ular cerdik adanya. Ia begitu cerdik dari segala binatang yang ada. Ia menghampiri Hawa, dan berkata,”makanlah buah pengetahuan yang baik dan buruk itu, maka engkau akan menjadi serupa dengan Allah.”
-          Lalu Hawa menjawab,”tidak! Jika aku memakan buah itu, maka aku akan mati.”
-          Ular itu tidak kehilangan akal. Ia kembali berkata,”sekali-kali engkau tidak akan mati.”
-          Hawa melihat buah itu begitu baik untuk di makan. Lalu ia memakannya serta memberikannya kepada Adam, suaminya.
-          Seketika itu juga, terbukalah mata mereka. Mereka menyadari bahwa mereka telanjang. Lalu mereka menyemat daun ara sebagai penutup bagi tubuh mereka. Mereka begitu takut. Mereka berlari dan bersembunyi dari Allah.
-          (Tuhan) : “Adam! Dimanakah engkau?” .
-          Dibalik persembunyiannya Adam menjawab,”ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang, sebab itu aku bersembunyi,”
-          (Tuhan) : “siapakah yang memberitahukanmu bahwa engkau telanjang? Apakah Engkau makan dari buah pohon yang kularang engkau makan?”
-          “Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku maka kumakan.” Sahut adam
-          Perempuan itu menjawab,”ular itu memperdayakan aku, maka ku  makan.”
-          (Tuhan) : KEJADIAN 3 : 14 – 19

Akar dosa terletak pada hati manusia. Dosa memang selalu menghantui dan membayangi kehidupan manusia. Dosa memisahkan kita manusia dari Allah. Dosa membuat kita terikat kepada maut. Dosa menghancurkan relasi manusia dengan Tuhan.

KEHIDUPAN MANUSIA SETELAH KEJATUHAN DOSA

Bumi kembali gelap. Bukan karena tidak ada penerang atau bintang di langit atau bulan atau matahari. Tetapi bumi menjadi gelap karena gelapnya hati manusia. Kegelapan hati manusia bagai kegelapan di malam gulita tiada penerang. Tiada harapan. Tiada impian. Tiada celah sedikitpun. Hati manusia penuh dengan kebencian, kesombongan, keangkuhan, tinggi hati, iri hati, dengki, dendam, kemarahan, egois, keserakahan dan banyak kehancuran yang terjadi di bumi yang Tuhan ciptakan yang pada awalnya adalah baik.

-          Dosa menjadi suatu jerat yang mematikan. Lihatlah kawan, korupsi akibat keserakahan ada dimana-mana. Uang menjadi segalanya bagi manusia. Segala sesuatu di ukur menggunakan uang. Menggunakan


-          jabatan untuk memenuhi isi pundi-pundi harta diri sendiri. Mengabaikan amanah. Mengabaikan tanggung jawab. Mengabaikan jeritan rakyat. Para pejabat dari tingkat pemerintahan kota hingga desa, semua terlihat begitu acuh akan tanggung jawabnya. Sibuk mengisi dompet masing-masing.

-           Bahkan untuk suatu hubungan kekeluargaan pun diukur dari jumlah harta dan materi yang di miliki oleh seseorang. Lihatlah saudaraku, simiskin tidak diakui sebagai keluarga hanya karena ia tidak memiliki materi yang cukup. Kerabatnya yang lain, memilih menutup mata atas keadaan keluarga mereka yang kesusahaan karena tidak ingin direpotkan atau dipintai bantuan. Itu dikarenakan dosa asal manusia yang masih berakar di hati. Keserakahan. Keangkuhan. Keegoisan.

-          Saudara ku terkasih, banyak lagi akibat dosa. Lihatlah para suami. Merasa dia adalah pemimpin terkuat dan tidak terbantahkan dalam keluarga. Dengan keangkuhannya, para suami yang juga adalah seorang ayah, terkadang lupa apa yang menjadi tanggungjawabnya di keluarganya. Ia sibuk dengan dirinya sendiri. Pergi kumpul bersama teman-temannya, membiarkan istri bekerja banting tulang sendirian untuk menafkahi anak-anak. Para suami sekaligus para ayah hanya memikirkan diri sendiri. Tidak mau bekerja sama dengan istri. Keangkuhan mengalahkan manusia.

-          Para istri. Yang juga adalah ibu. Lihatlah, begitu sibuknya akan pekerjaan, karir, dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Merasa dengan menghasilkan uang banyak dia sebagai istri dan juga ibu akan mendapat penghormatan. Tak jarang seorang istri memerintah bagai ratu kepada suaminya. Tak jarang seorang ibu melepaskan tanggungjawab mendidik anak-anaknya. Kesombongan, keangkuhan, keegoisan.

-          Dijaman moderen ini, lihat berapa banyak anak-anak yang mati sia-sia?? Perih hati melihat masa muda mereka hilang dan terbuang sia-sia karena ketiadaan tanggung jawab terhadap diri sendiri serta tiadanya rasa takut akan Tuhan. Lihatlah, ada berapa anak yang diberitakan di media memperlakukan orangtuanya dengan kasar bahkan tak jarang menghilangkan nyawa orang tuanya hanya demi materi. Lihatlah berapa anak yang putus sekolah? Berapa anak yang mati sia-sia karena narkoba dan lain sebagainya? Dosa menghantar anak manusia kepada kehancuran dan keterpurukan. Dosa telah melempar kita jauh kedasar jurang yang gelap pekat dan menakutkan.

-          Kehidupan sosial yang semakin memburuk. Terjadinya kesenjangan sosial, terjadinya konflik akibat perbedaan suku, agama, warna kulit, warna rambut, iman kepercayaan juga mengikis kehidupan sosial manusia di jaman ini. Lihat saudaraku, berapa orang yang saling bunuh hanya karena perbedaan? Lihat berapa kolompok yang saling menyakiti satu sama lain karena kesenjangan sosial? Hitung saudara berapa kali kita sehari berucap buruk tentang orang lain? Sikaya begitu di agung-agungkan, sementara si miskin di kucilkan. Begitu mudah kita terprovokasi oleh si iblis seperti Hawa yang begitu mudah terhasut oleh si ular.

-          Kehidupan alam pun terasa tidak bersahabat. Lihat saudaraku, berapa lama kita terkungkung dalam asap karena kebakaran lahan yang disebabkan oleh keserakahan manusia?? Hitung berapa bayi dan orang dewasa yang menderita ISPA karena asap? Lihat berapa keluarga yang kehilangan rumah karena lumpur, banjir, tanah longsor dan kebakaran? Semua karena keserakahan manusia yang selalu tidak pernah merasa puas.
-          Saudaraku, dosa membuat kita jauh dari Tuhan. Dosa membuat kita lupa untuk mencari Tuhan. Dosa membuat kita tidak sadar bahwa manusia lain juga memerlukan uluran tangan kita. Dosa membuat kita jauh dari cinta kasih.


LITURGI KELAHIRAN YESUS, KARYA PENYELAMATAN

Tuhan firman dalam Yeremia 31 : 3, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-KU kepadamu.”

Lagu :  Ada Ampun Bapa

Anak ku bungsu pergi ke negri orang
Tinggallah Bapanya mengeluh
Akhirnya habislah uang dan barang
Hidupnya dalam susah terus
Reff :  Pulanglah anak ku
Bapa rindu,berseru
Pulanglah hai anakku
Ada ampun Bapa bagimu
Hidupmu telah cemar lagipun hina
Lihat jalanmu sudah sesat
Pulanglah segera jangan kau tunda
Ada ampun Bapa bagimu

Bagai sibungsu, kita di panggil pulang oleh Bapa. Sebagai anak yang hilang kita telah di panggil Bapa pulang kembali kepadaNYA. Bapa yang penuh kasih telah memberikan pengampunan bagi kita anak-anakNYA yang telah mengkhianatiNYA, melukai hatiNYA.

Melalui para nabi, Allah memberikan jalan perdamaian, pertobatan. Namun karena kedegilan hati manusia, banyak yang tidak mau mendengar. Maka, karena begitu besar kasih Allah akan dunia, IA mengutus putraNYA yang tunggal untuk datang langsung kedunia, untuk menebus dosa-dosa manusia.

-          Malaikat Gabriel di utus Tuhan untuk menemui Maria, seorang perempuan yang tulus hati yang bertunangan dengan Yosef seorang tukang kayu. “Salam hai engkau yang di karuniai, Tuhan menyertai engkau. Jangan takut hai Maria, sebab engkau berolah kasih karuniadi hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahitkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai dia Yesus.ia akan menjadi besar dan akan di sebut anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya tahta Daud, bapa leluhurnya, dan Ia akan menjadi Raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-NYA tidak akan berkesudahan. Roh Kudus akan turun atas mu, dan Kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kau lahirkanakan disebut kudus, Anak Allah.”
-          Lalu jawab Maria,”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

*(dapat diselingi dengan lagu)*

-          Lukas 2 : 1 - 3
-          Lukas 2 : 4 - 5
-          Lukas 2 : 6 – 7

*(dapat diselingi dengan lagu)*

-          Lihatlah Raja Damai telah lahir dalam kesederhanaan, di palungan yang di hangatkan oleh jerami, dininabobokan oleh suara hewan ternak di kandang, yang di balut lampin yang di penuhi oleh kasih ibunda, dimalam yang dingin dimana banyak orang menolak untuk memberikan tumpangan.

-          Seperti kita manusia di jaman ini. Tuhan sering mengetuk hati kita, Tuhan sering ingin masuk kedalam hati kita, Tuhan ingin bersama kita, namun karena kebebalan hati kita, karena keegoisan kita manusia, kita tidak mendengar ketukan Tuhan di hati kita. Atau mungkin kita ada mendengar, tapi kita terlalu angkuh untuk membuka hati kita, kita terlalu sombong untuk mengakui bahwa kita manusia lemah, kita terlalu tinggi hati untuk berserah kepadaNYA.

-          Lalu siapa yang mendengar ketukanNYA? Siapa yang mau bersukacita karenaNYA? Ya,,,, mereka kaum papa, kaum miskin, yang terlantar, yang tidak dianggap oleh sebahagian orang, yaaa,,,, merekalah yang berbahagia untuk bertemu, dan menyambut bayi mungil Yesus kedalam hati mereka sehingga mereka yang terkucilkan beroleh sukacita dan karunia dari Ilahi.

-          Para gembala di padang, di malam gelap yang penuh bintang, datang bersujud menyembah, bergembira dan bersukacita berlari menuju kandang dan berlutut menyembah Sang Juru Selamat yang mereka nantikan yang mereka imani akan menyelamatkan mereka.

-          Tiga raja dari timur, merendahkan hati, berjalan mengikuti petunjuk sang bintang untuk menemui Raja yang baru lahir. Mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Kerendahan hati seperti inilah yang sangat kita perlukan saat ini. Untuk dapat bersukacita, bersyukur dan berdamai.

-          Tuhan tidak melihat rupa, tidak memandang siapa kita di hari yang lali, tapi Tuhan merindukan kita semua untuk kembali padaNYA. Meski dosa merah seperti kirmizi, tapi Tuhan tetap memanggil kita pulang, IA mengasihi kita tanpa syarat, meninggalkan tahta-NYA dan turun kedunia untuk menyelamatkan umat manusia yang sangat di kasihi NYA. cintaNYA yang tidak bersyarat telah menyelamatkan kita manusia. Kita sudah di tebus. Kita sudah selamat karena karya penyelamatanNYA yang agung. Hendaklah langit bersukacita, dan bumi bersorak sorai, di hadapan wajah Tuhan karna IA sudah datang.

*(lagu Gloria in Excelesis Deo, atau lagu yang serupa)*



LITURGI PUJI-PUJIAN
(DAPAT DI GANTI DENGAN LAGU)

-          Lihatlah hai manusia kasih Tuhan bagi mu, sudah datang yang di nanti, lihat Putra Ilahi, sambutlah Sang Kristus Raja, Utusan Allah Bapa, pintu surga telah terbuka, selamatlah manusia, Hosana Raja Surgawi
-          Marilah kawan datang menghadap Yesus Penebus, marilah kita bawa hati kita , berserah kepada Sang Raja Damai, Sang Juru Selamat.
-          Kusujud di palunganMU Yesusku Penebusku, biarkan aku berlutut , menyembah Engkau dengan  hati bertelut.
-          Bersuka dan bergembiralah, hai umat manusia, lihatlah cinta Ilahi, sadarlah akan dosa, ingatlah segala salah, karena Yesus telah datang meminta hatimu, marilah bersembah sujud dengan kerendahan hati.
-          Raja Damai MahaJaya TahtaMU tidak akan runtuh, laksana Surya abadi SinarMU tidak kunjung padam.
-          GLORIA IN EXCELSIS DEO

MERRY CHRISTMAS
AND
HAPPY NEW YEAR


WRITING BY :Mitha Orchidrose
                             2015-11-08

Tidak ada komentar:

Posting Komentar