Selasa, 01 Maret 2016

Kisah Setelah Jadi Guru II

"PELUKAN"
---------------
Sabtu selalu menjadi hari yang berat. emosi yang luar biasa, mood yang kadang bagus tiba-tiba jadi mendung.
suara bisa sampai 8 oktaf.
tetapi tenaga menjadi hilang.

Entah mengapa sabtu selalu menjadi jam terberat meski hanya 2x 35 menit saja berada di ruangan itu bersama dengan sekian pasukan tempur yang luar biasa bersemangat dan 'sangat' bersemangat.

Lelah, itu pasti.
Geram juga terkadang menghinggapi.

Menarik nafas lalu mulai lagi berteriak hingga 8 oktaf. Meski hampir fals.
Lalu bunyi itu terdengar seperti lonceng surgawi.

Ah, sepertinya aku menggambarkannya terlalu ekstrim, tapi aku memang suka berkata dengan pengandaian yang sedikit berlebih. Mengapa?
Inikan tulisanku..

Ahh,, lupakan perdebatan ini. Kembali kepada lonceng surgawi itu.

Bayangkan bunyi itu terdengar sangat merdu di telingaku, seakan membebaskan ku dari borgol rantai titanium yang sangat berat.

Satu persatu mereka bersorak gembari sambil menenteng tas mereka menyalami dan berpamitan pulang.
polos dan lugu. manis dan lucu.
Menyenangkan meski terkadang membuat geram.

Lalu entah dari mana , litle princes itu tiba-tiba memelukku dengan erat dan berkata,

'Thank you teacher. I love you so much. Good bye,,,,'

Dia memelukku. Dengan tubuh kecil dan pendeknya, ia hanya memelukku sebatas pinggang saja. Ia membenamkan kepalanya sejenak di perutku, lalu menyalamku dengan hangat.

Hatiku tersentuh. aku mendapat kekuatan dari nya. Putri kecil yang aku selalu lupa namaya, tapi aku selalu ingat wajah dan pelukan semangat darinya untukku setiap ia akan pulang sekolah.

Sekarang aku mengerti, ketika aku kehilangan semangat aku selalu disemangati olehNYA melalui orang-orang disekitarku yang di utusNYA.

HAPPY DAY :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar