Selasa, 01 Maret 2016

Kisah Setelah Jadi Guru

"JC"
----------------
Saat itu Jumat. Tekanan, ah entahlah mengapa akhir-akhir ini aku merasa seolah tekanan itu datang bertubi-tubi atasku. Tidak bermaksud untuk mengeluh. Hanya ingin sedikit bercerita. Karena jika saya tidak merasa tertekan saya tidak akan melihat mujizat ini.

Ya sungguh Tuhan selalu memakai moment kehidupan kita untuk menyatakan kuasaNYA.

Tidak bermaksud untuk berkothbah. karena saya bukan seorang yang suci atau biarawati. Hanya seeorang manusia pendosa yang mencoba bercerita bahwa meski manusia lemah tapi masih bisa  merasakan suatu mujizat hebat. Bukan mujizat berjalan diatas air ya.... :)

Tiba-tiba dua muridku yang sedikit cerewet memberiku sebuah surat dan memaksa ku untuk membukanya. Tapi aku mengabaikannya. Aku memasukkannya kedalam kotak pensil ku dan menyimpannya. Kulihat raut kecewa mereka karena aku tidak langsung membaca surat mereka secara langsung di hadapan mereka.

Anak-anak memang aneh. Menulis surat tapi ingin suratnya dibaca langsung di haadapannnya.

Sekian minggu berlalu. saat aku sedang mengemaskan barang-barang dan isi tasku yang mulai seperti tas camping penuhnya, aku menemukan surat itu kembali.

Kubuka dan kubaca sekilas. kembali kumasukkan kedalam kotak pensil. hanya membaca sekilas tanpa memahami apa isinya. Mengabaikannya tepatnya.

Seminggu berlalu sejak saaat aku membersihkan tas.
Waktu terasa berat dan menyesakkan. merasa diabaikan oleh banyak orang. ,merasa tidak berguna. merasa terluka. buruk sekali.

Saat ingin menulis diary, aku membuka kotak pensilku, lalu kulihat surat itu sudah agak lusuh, dan kembali ku buka. perlahan sekali. Seperti seorang wanita yang sedang membuka surat cinta pertama dari pria yang menyukainya.

Isi surat itu demikian,

' I <3 teacher . i am happy. from : Jess*** and
                                                      Charl***."

Semua huruf mereka tulis dalam huruf kecil. Tapi untuk nama depan mereka tulis dengan huruf kapital dengan susunan huruf J di atas dan huruf C di bawah.

Seketika dalam hati ku berbisik, JC. Jesus Christ.

See... melalui dua anak manis ini, Tuhan ingin mengatakan bahwa IA mencintaiku. Karena bisa saja anak itu menulis nama nya C dahulu baru kemudian J.

Karena saya berani bersumpah tulisan surat ini Charl yang menulis. Bukan Jess.

Seharusnya Charl menulis namanya dahulu. Tapi ia malah menulis nama Jess dahulu,

Karena apa???

Karena Tuhan ingin lewat surat itu mengatakan isi hatinya padaku.

Praise Lord....

I LOVE YOU TO JC
JESUS CHRIST

Tidak ada komentar:

Posting Komentar