Mengapa aku bisa bertahan dalam iman ku hingga sejauh ini?
Ada beberapa alasan yang bisa ku utarakan untuk menjawabnya :
1. Karena Allah Bapa telah memilihku menjadi putriNYA.
meski tak jarang aku lari dariNYA, melawan, jatuh, namun Kasih SetiaNYA tiada pernah berakhir untukku
2. Karena aku memiliki mama yang selalu dan akan selalu mendoakan ku
meski tak jarang doa nya terlihat tak di dengar namun dengan iman , mama ku berdoa untuk ku.
3. Karena sebuah doa yang di ajarkan oleh ibu Katekumen sekaligus ibu Baptisku, Ibu Mar.
"Ya Tuhan , terima kasih Engkau mau masuk kedalam hatiku. Bertahta dan merajalah di hidupku. Karena aku mau menjadi anak Mu yang setia. Amin"
doa sederhana ini beliau ajarkan pada kami peserta katekumen seminggu sebelum hari H aq menerima komuni pertama. hingga detik ini masih kuingat. dan masih terus ku ucapkan dalam setia doa.
aku tak memungkiri bahwa ku pernah jatuh dan tersungkur.
aku tak memungkiri bahwa aku pernah jadi seorang pembangkang yang sangat keras kepala.
aku juga tak mau memungkiri pernah ada gejolak batin yang luar biasa melukai dalam diri.
namun, aku memilih bertahan. aku memilih kembali. aku memilih pulang. aku memilih kembali pada jalan yang pernah ku jalani.
aku kembali pulang
menemukan rumah ku
menemui Bunda ku
bersimpung di Kaki NYA yang Maha Kasih
Karena Allah ku penuh cinta, itulah mengapa aku mau menjadi pembawa damai bagi sesiapa pun yang kutemui.
mengapa aku bertahan dalam iman ku, karena Disinilah Rumah ku, disinilah Kutemukan Damai. disinilah aku bersukacita.
Iman Katolik
aku percaya
hati ku percaya
jiwa ku percaya
raga kubpercaya
In Cruce Salus
Amin.
March 9th, 2016
09:02
Tidak ada komentar:
Posting Komentar