Sore, selalu menjadi momen nano-nano bagi ku. Terkadang mereka sangat penurut, terkadang mereka sangat membangkang. Namun bagaimana pun mereka tetaplah murid-muridku yang ku kasihi.
Agak lucu ya karena ku katakan "ku kasihi", tapi itu lah adanya. Aku mengasihi mereka. mereka hadir di kelasku setelah seleksi, dan mereka harus berada di kelasku dan berpisah dari teman teman nya yang lain. karena terjadi pengelompokan kemampuan siswa. Alhasil, mereka sebanyak 21 siswa masuk ke kelasku karena beberapa hal dan pertimbangan.
Ada si cerewet yang lucu, yang setiap menit tidak bisa berhenti bicara. Baginya berhenti bicara sama saja dengan kesunyian yang menakutkan.
Ada si sinis yang entah mengapa dengan kecerdasannya ia terlihat berbeda sikapnya dari teman yang lainnya. Ia begitu senang tiba-tiba mencubit temannya kemudian tertawa dengan santai tanpa rasa bersalah. ditegur berjuta kali pun hanya akan membuatnya semakin melawan. menjinakkannya hanya dengan sering memperhatikannya.
ada si Jenius matematika. Ia rela duduk diam dan menatap sejumlah soal matematika yang kusuguhkan dengan sangat bergairah. Kening dan jarinya terlihat bekerja sama, mulut dan otak nya kompak menghitung hitungan deret demi deret. tak jarang peluhnya menetes tanpa ia sadari namun ia tampak acuh. Ia sudah tenggelam dalam kedamaian matematika.
Ada juga si angkuh. ia senang menonjolkan dirinya agar mendapat penghargaan atau pujian. Tak jarang ia mengejek teman nya yang lain. namun ia sangat senang membaca nyaring.
Ada si santai dan si kalem. mereka duduk berdekatan. Tawa mereka sangat unik. mereka suka tenggelam dalam alam imajinasinya sendiri. menatap kosong kedepan namun sudah seribu hayalan yang ia imajinasikan.
Ada si nona pendiam. Ia sangat diam. rapuh. Mudah menangis. Sifat seriusnya membuatnya jarang tertawa, namun ia memperhatikan.
ada banyak lagi. mereka dengan beragam sikap. yahhh 21 anak.
aku mengasihi mereka. Tak peduli bagaimana mereka. belajar bersama.
sore ini mereka memperhatikan ku. Satu persatu mereka bertanya
"teacher tidak pulang kah?"
"makan dimana?"
"mengapa tidak pulang? seharusnya teacher tidur siang agar tak lelah"
"bagaimana istirahat teacher?"
Aku terharu. Mereka memperhatikan ku dengan sangat baik. Mari kita berjuang bersama ya anak - anak ku... :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar