Selasa, 01 Maret 2016

Kisah Setelah Jadi Guru Part III

Miracle Again Or .... ?
(Edisi Pilihan)
________________

Setelah berfikir keras selama sebulan, kemudian saya berkata "Yes" pada sebuah tawaran yang cukup berat dan ada sedkit pengorbanan.

Mengatakan "ya or Yes" pada tawaran itu sama sulitnya dengan berkata "tidak or No"

Ya begitulah bahasanya.

Lalu semua pun terjadi sesuai jawaban yes tersebut.

Sekarang saya berhadapan dengan 21 kepala yang isinya entah apa, yg di pikirannya entah apa, yang hobbinya entah apa, yang sifatnya entah bagaimana, yg kelebihannya apa.

Nol.

Hari pertama terasa menggilakan. kami membuat perjanjian, kesepakatan, boleh ini dan tidak ini itu.

Saya penguasanya disini. Pemegang keputusan. Tapi dengan santai saya berkata,

"Kalian ingin saya bagaimana? Kalian ingin kita bagaimana?"

Hari kedua, disaat saya merasa oh sepertinya ini pilihan yang salah, seorang anak berkata,

"Bolehkan saya terus berada di depan utk bisa memperhatikanmu berbicara?"

Dengan sedikit mengkerutkan kening, saya memandangnya.
Oh ya saya ingat dia bagaimana. dia keras kepala, tidak mau mendengarkan. Tapi lihatlah dia berkata dengan tegas sambil menatap mata saya. Tak ada nada main-main dari pancaran matanya.

Dengan gembira saya berkata, "sure.!"

Kulihat seulas senyuman terukir di wajahnya. Ah... mereka sungguh memberiku kesadaran.

Dibalik sebuah pengorbanan dan pilihan yang rumit, akan selalu ada jawaban manis nan indah di baliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar